<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DAK Arsip - LiputanFlores.Com</title>
	<atom:link href="https://liputanflores.com/tag/dak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://liputanflores.com/tag/dak/</link>
	<description>Kritis, Akurat, Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Apr 2025 12:32:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://liputanflores.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-512-1-1-32x32.png</url>
	<title>DAK Arsip - LiputanFlores.Com</title>
	<link>https://liputanflores.com/tag/dak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kejari Ende Selidiki Dugaan Pengalihan DAK &#038; DAU Rp 49 Miliar, 22 OPD Belum Dibayar Meski Proyek Rampung</title>
		<link>https://liputanflores.com/hukum-kriminal/kejari-ende-selidiki-dugaan-pengalihan-dak-dau-rp-49-miliar-22-opd-belum-dibayar-meski-proyek-rampung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2025 12:03:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[DAK]]></category>
		<category><![CDATA[DAU Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Kejari Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek Pemda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=1514</guid>

					<description><![CDATA[<p>LIPUTANFLORES.COM&#124;ENDE, &#8211; Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende membuka penyelidikan resmi atas dugaan pengalihan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) spesifik grant tahun...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/hukum-kriminal/kejari-ende-selidiki-dugaan-pengalihan-dak-dau-rp-49-miliar-22-opd-belum-dibayar-meski-proyek-rampung/">Kejari Ende Selidiki Dugaan Pengalihan DAK &#038; DAU Rp 49 Miliar, 22 OPD Belum Dibayar Meski Proyek Rampung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LIPUTANFLORES.COM|ENDE, &#8211;</strong> Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende membuka penyelidikan resmi atas dugaan pengalihan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) spesifik grant tahun anggaran 2024 senilai Rp 49 miliar.</p>
<p>Dana tersebut sejatinya dialokasikan untuk pembayaran rekanan proyek di 22 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah menyelesaikan proyek mereka 100% sesuai kontrak.</p>
<p>Namun hingga kini, pembayaran belum dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ende.</p>
<p>Kepala Kejari Ende, Zulfahmi, MH, dalam konferensi pers Kamis (24/4), menyebutkan bahwa penyelidikan dimulai melalui Surat Perintah Penyelidikan Nomor: PRINT-04/N.3.14/Fd.1/03/2025 tertanggal 27 Maret 2025.</p>
<p>“Kami mendalami alasan mengapa pembayaran tidak dilakukan meskipun pekerjaan sudah selesai,” tegasnya.</p>
<p>Dalam proses awal, tim pidana khusus Kejari telah meminta keterangan lima pejabat strategis, termasuk Kepala Dinas Kesehatan, Pendidikan dan Kebudayaan, Transmigrasi dan Tenaga Kerja, PUPR, serta Bidang Anggaran BPKAD Ende.</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/hukum-kriminal/kejari-ende-selidiki-dugaan-pengalihan-dak-dau-rp-49-miliar-22-opd-belum-dibayar-meski-proyek-rampung/">Kejari Ende Selidiki Dugaan Pengalihan DAK &#038; DAU Rp 49 Miliar, 22 OPD Belum Dibayar Meski Proyek Rampung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemangkasan Anggaran Transfer Daerah Tantangan bagi Kemandirian Fiskal Pemda</title>
		<link>https://liputanflores.com/regional/ekonomi-bisnis/pemangkasan-anggaran-transfer-daerah-tantangan-bagi-kemandirian-fiskal-pemda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Feb 2025 02:53:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[DAK]]></category>
		<category><![CDATA[Dana transfer daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan fiskal daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah pusat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=776</guid>

					<description><![CDATA[<p>LIPUTAN FLORES.COM&#124;JAKARTA, &#8211; Instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi anggaran, termasuk pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), diperkirakan akan berdampak signifikan pada keberlanjutan fiskal mayoritas...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/regional/ekonomi-bisnis/pemangkasan-anggaran-transfer-daerah-tantangan-bagi-kemandirian-fiskal-pemda/">Pemangkasan Anggaran Transfer Daerah Tantangan bagi Kemandirian Fiskal Pemda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LIPUTAN FLORES.COM|JAKARTA, &#8211;</strong> Instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi anggaran, termasuk pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), diperkirakan akan berdampak signifikan pada keberlanjutan fiskal mayoritas pemerintah daerah yang masih bergantung pada dana pusat.</p>
<p>Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Armand Suparman, menyatakan bahwa mayoritas pemerintah daerah, terutama di tingkat kabupaten dan kota, belum memiliki kemandirian fiskal yang kuat.</p>
<p>Pemangkasan terbesar terjadi pada Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp 18,3 triliun, yang selama ini banyak digunakan untuk belanja modal seperti pembangunan jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya.</p>
<p>“Pemda sangat mengandalkan DAK Fisik untuk belanja modal. Pemangkasan ini tentu berdampak pada pembangunan daerah, terutama bagi yang masih sangat bergantung pada transfer pusat,” ujar Armand, Sabtu, 8 Februari 2025</p>
<p><strong>Instruksi Presiden dan Dampaknya</strong></p>
<p>Efisiensi anggaran ini tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2025.</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/regional/ekonomi-bisnis/pemangkasan-anggaran-transfer-daerah-tantangan-bagi-kemandirian-fiskal-pemda/">Pemangkasan Anggaran Transfer Daerah Tantangan bagi Kemandirian Fiskal Pemda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
