<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>geotermal Flores Arsip - LiputanFlores.Com</title>
	<atom:link href="https://liputanflores.com/tag/geotermal-flores/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://liputanflores.com/tag/geotermal-flores/</link>
	<description>Kritis, Akurat, Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Aug 2026 05:42:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://liputanflores.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-512-1-1-32x32.png</url>
	<title>geotermal Flores Arsip - LiputanFlores.Com</title>
	<link>https://liputanflores.com/tag/geotermal-flores/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?</title>
		<link>https://liputanflores.com/opini/ende-tak-kekurangan-orang-pintar-mengapa-rakyat-masih-tertinggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 05:42:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Karno]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Politik]]></category>
		<category><![CDATA[geotermal Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kemerdekaan RI]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Desa Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Niko Sanggu]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Ende]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Rahim Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[SDM Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=2753</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh ; Niko Sangu, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere Menagih Etika Kekuasaan di Tanah Pancasila Opini, &#8211; Setiap Agustus, bangsa ini kembali larut dalam perayaan...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/ende-tak-kekurangan-orang-pintar-mengapa-rakyat-masih-tertinggal/">Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Oleh ; Niko Sangu, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere</strong></p>
<p><em>Menagih Etika Kekuasaan di Tanah Pancasila</em></p>
<p><strong>Opini, &#8211;</strong> Setiap Agustus, bangsa ini kembali larut dalam perayaan kemerdekaan. Bendera dikibarkan, lagu kebangsaan dinyanyikan, dan berbagai seremoni digelar dengan penuh semangat. Namun, kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai ritual tahunan. Ia harus menjadi ruang refleksi untuk mengukur sejauh mana negara benar-benar hadir menghadirkan keadilan bagi rakyatnya.</p>
<p>Bagi Kabupaten Ende, makna refleksi itu jauh lebih dalam. Di kota inilah Bung Karno mengasingkan diri sekaligus merumuskan nilai-nilai yang kemudian menjadi fondasi Pancasila. Karena itu, Ende bukan sekadar wilayah administratif, melainkan ruang sejarah yang menyimpan tanggung jawab moral terhadap cita-cita bangsa.</p>
<p>Ironisnya, di tanah yang melahirkan gagasan besar tentang keadilan sosial ini, pertanyaan mendasar justru terus mengemuka: mengapa rakyat masih bergulat dengan kemiskinan, ketimpangan, dan keterbelakangan?</p>
<p>Ende tidak pernah kekurangan orang pintar. Daerah ini memiliki banyak sarjana, akademisi, birokrat, teknokrat, maupun tokoh masyarakat yang berpendidikan tinggi. Namun, kecerdasan intelektual ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas kebijakan publik.</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/ende-tak-kekurangan-orang-pintar-mengapa-rakyat-masih-tertinggal/">Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masyarakat dan Gereja di Ende Gelar Aksi Damai Tolak Proyek Geothermal</title>
		<link>https://liputanflores.com/regional/masyarakat-dan-gereja-di-ende-gelar-aksi-damai-tolak-proyek-geothermal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2025 15:19:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[aksi damai]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[geotermal Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[hari lingkungan hidup sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[kaum klerus]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=1841</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Aksi akan digelar 5 Juni 2025, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia&#8221; LIPUTANFLORES.COM&#124;ENDE, &#8211; Sejumlah elemen masyarakat, pemerhati lingkungan, serta tokoh Gereja Katolik di...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/regional/masyarakat-dan-gereja-di-ende-gelar-aksi-damai-tolak-proyek-geothermal/">Masyarakat dan Gereja di Ende Gelar Aksi Damai Tolak Proyek Geothermal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Aksi akan digelar 5 Juni 2025, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia&#8221;</em></p>
<p><strong>LIPUTANFLORES.COM|ENDE, &#8211;</strong> Sejumlah elemen masyarakat, pemerhati lingkungan, serta tokoh Gereja Katolik di Kevikepan Ende menyatakan sikap tegas menolak proyek Geothermal di wilayah Kabupaten Ende.</p>
<p>Penolakan tersebut akan diwujudkan dalam bentuk aksi damai yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 5 Juni 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.</p>
<p>Rencana aksi ini dibahas dalam pertemuan di Rumah Kevikepan Ende pada Senin (2/6), yang dipimpin langsung oleh Vikep Kevikepan Ende, RD. Frederikus Dopo, Pr.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, Romo Eddy menegaskan bahwa gerakan yang dibangun bukanlah bentuk perlawanan terhadap pembangunan atau energi listrik, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap kelestarian alam.</p>
<p>“Kita tidak sedang melawan siapa pun dan tidak anti listrik. Ini adalah tanggung jawab moral untuk menjaga ciptaan Tuhan,” ujar Romo Eddy.</p>
<p>Hadir sebagai pembicara utama, RD. Piperno, Pr dan RP. Markus, SVD dari Tim Advokasi Gerakan Menolak Geothermal Keuskupan Agung Ende.</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/regional/masyarakat-dan-gereja-di-ende-gelar-aksi-damai-tolak-proyek-geothermal/">Masyarakat dan Gereja di Ende Gelar Aksi Damai Tolak Proyek Geothermal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
