<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Geothermal Flores Arsip - LiputanFlores.Com</title>
	<atom:link href="https://liputanflores.com/tag/geothermal-flores/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://liputanflores.com/tag/geothermal-flores/</link>
	<description>Kritis, Akurat, Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Jul 2025 12:49:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://liputanflores.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-512-1-1-32x32.png</url>
	<title>Geothermal Flores Arsip - LiputanFlores.Com</title>
	<link>https://liputanflores.com/tag/geothermal-flores/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengembangan Geothermal di Flores, Mencari Titik Temu untuk Kepentingan Bersama</title>
		<link>https://liputanflores.com/opini/pengembangan-geothermal-di-flores-mencari-titik-temu-untuk-kepentingan-bersama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 12:49:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[Energi panas bumi]]></category>
		<category><![CDATA[energi terbarukan]]></category>
		<category><![CDATA[FPIC geothermal]]></category>
		<category><![CDATA[Geothermal Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Geothermal Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat adat Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan energi]]></category>
		<category><![CDATA[Ulumbu dan Wae Sano]]></category>
		<category><![CDATA[WALHI Flores]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=1948</guid>

					<description><![CDATA[<p>Opini Oleh ; Marsianus Nggumbe Nggoi, Anggota Penyatu PMKRI Cabang Yogyakarta Pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Flores telah menimbulkan perdebatan yang tajam antara...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/pengembangan-geothermal-di-flores-mencari-titik-temu-untuk-kepentingan-bersama/">Pengembangan Geothermal di Flores, Mencari Titik Temu untuk Kepentingan Bersama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Opini Oleh ; Marsianus Nggumbe Nggoi, Anggota Penyatu PMKRI Cabang Yogyakarta</strong></p>
<p>Pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Flores telah menimbulkan perdebatan yang tajam antara kebutuhan akan energi bersih dan kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan serta dampak sosial. Di satu sisi, geothermal merupakan sumber energi terbarukan yang rendah emisi karbon dan berkontribusi pada ketahanan energi nasional.</p>
<p>Menurut Badan Geologi Kementerian ESDM (2021), Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 23,7 GW, dan Flores merupakan salah satu wilayah yang memiliki cadangan signifikan. Pengelolaan potensi ini dapat mendukung program energi berkelanjutan sekaligus memperkuat infrastruktur dasar di wilayah timur Indonesia yang selama ini kekurangan pasokan listrik.</p>
<p>Namun, di sisi lain, suara-suara penolakan dari masyarakat adat dan pegiat lingkungan tidak bisa diabaikan begitu saja. Beberapa proyek panas bumi di Flores dianggap mengancam kawasan hutan lindung, sumber mata air, dan situs budaya masyarakat lokal. Seperti yang dicatat oleh WALHI dan studi Universitas Nusa Cendana (2023), proyek geothermal di beberapa wilayah seperti Ulumbu dan Wae Sano telah menimbulkan kecemasan akan kehilangan ruang hidup dan rusaknya ekosistem lokal. Risiko ini menjadi semakin besar jika pelibatan masyarakat tidak dilakukan secara inklusif dan berkeadilan.</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/pengembangan-geothermal-di-flores-mencari-titik-temu-untuk-kepentingan-bersama/">Pengembangan Geothermal di Flores, Mencari Titik Temu untuk Kepentingan Bersama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penolakan Proyek Geothermal di Flores Kian Menguat, FKKF Sebut Rakyat Selalu Jadi Korban</title>
		<link>https://liputanflores.com/nasional/penolakan-proyek-geothermal-di-flores-kian-menguat-fkkf-sebut-rakyat-selalu-jadi-korban/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2025 00:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[FKKF]]></category>
		<category><![CDATA[Geothermal Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Agraria]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Panas Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Penolakan Warga]]></category>
		<category><![CDATA[TanahAdat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=1453</guid>

					<description><![CDATA[<p>LIPUTANFLORES.COM&#124;JAKARTA, &#8211; Forum Komunikasi dan Advokasi Komunitas Flobamora (FKKF) Jakarta kembali angkat bicara soal proyek geothermal di Flores. Dalam pernyataan resmi pada Kamis (10/4/2025),...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/nasional/penolakan-proyek-geothermal-di-flores-kian-menguat-fkkf-sebut-rakyat-selalu-jadi-korban/">Penolakan Proyek Geothermal di Flores Kian Menguat, FKKF Sebut Rakyat Selalu Jadi Korban</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LIPUTANFLORES.COM|JAKARTA, &#8211;</strong> Forum Komunikasi dan Advokasi Komunitas Flobamora (FKKF) Jakarta kembali angkat bicara soal proyek geothermal di Flores.</p>
<p>Dalam pernyataan resmi pada Kamis (10/4/2025), Ketua Umum FKKF, Marsellinus Ado Wawo, S.H, menegaskan bahwa proyek berbasis panas bumi ini lebih menguntungkan pengusaha dan penguasa ketimbang rakyat lokal.</p>
<p>&#8220;Rakyat hanya jadi objek pembangunan dan justru menderita dampak jangka panjang,&#8221; kata Marsell.</p>
<p>Menurut FKKF, pembangunan proyek geothermal di Flores telah mengabaikan kondisi geografis pulau yang rentan dan memiliki lahan pertanian yang terbatas.</p>
<p>Selain merusak ekosistem, proyek ini juga berdampak pada struktur adat dan kehidupan sosial masyarakat.</p>
<p>&#8220;Flores berada di ring of fire. Proyek seperti ini justru bisa memicu gempa dan mencemari lingkungan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Marsell juga menyoroti pentingnya mempertahankan tanah sebagai sumber penghidupan rakyat.</p>
<p>&#8220;Tanah adalah segalanya. Kehilangan tanah berarti kehilangan masa depan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia menegaskan, kebutuhan energi bisa dipenuhi dari sumber lain seperti tenaga surya, angin, arus laut, atau biomassa—tanpa mengorbankan ruang hidup masyarakat adat.</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/nasional/penolakan-proyek-geothermal-di-flores-kian-menguat-fkkf-sebut-rakyat-selalu-jadi-korban/">Penolakan Proyek Geothermal di Flores Kian Menguat, FKKF Sebut Rakyat Selalu Jadi Korban</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
