<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pulau Padar Arsip - LiputanFlores.Com</title>
	<atom:link href="https://liputanflores.com/tag/pulau-padar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://liputanflores.com/tag/pulau-padar/</link>
	<description>Kritis, Akurat, Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Aug 2025 13:09:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://liputanflores.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-512-1-1-32x32.png</url>
	<title>Pulau Padar Arsip - LiputanFlores.Com</title>
	<link>https://liputanflores.com/tag/pulau-padar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>GRD Desak Hentikan Proyek 619 Fasilitas Wisata di Pulau Padar, Ancaman Privatisasi &#038; Ekologi TN Komodo</title>
		<link>https://liputanflores.com/regional/grd-desak-hentikan-proyek-619-fasilitas-wisata-di-pulau-padar-ancaman-privatisasi-ekologi-tn-komodo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2025 13:09:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Revolusi Demokratik]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[privatisasi pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Padar]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Nasional Komodo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=2044</guid>

					<description><![CDATA[<p>LABUAN BAJO, &#8211; Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) menuntut pemerintah pusat segera menghentikan rencana pembangunan ratusan fasilitas pariwisata di Pulau Padar, kawasan konservasi Taman Nasional...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/regional/grd-desak-hentikan-proyek-619-fasilitas-wisata-di-pulau-padar-ancaman-privatisasi-ekologi-tn-komodo/">GRD Desak Hentikan Proyek 619 Fasilitas Wisata di Pulau Padar, Ancaman Privatisasi &#038; Ekologi TN Komodo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUAN BAJO, &#8211;</strong> Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) menuntut pemerintah pusat segera menghentikan rencana pembangunan ratusan fasilitas pariwisata di Pulau Padar, kawasan konservasi Taman Nasional Komodo (TNK), Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Rencana tersebut digagas PT Komodo Wildlife Ecotourism (KWE) yang akan membangun 619 unit sarana wisata, terdiri dari 448 vila dan sisanya restoran, gym, spa, hingga kapela pernikahan.</p>
<p>Bagi GRD, megaproyek ini adalah ancaman nyata bagi keberlangsungan ekosistem dan ruang hidup masyarakat setempat.</p>
<p>&#8220;Pembangunan ini akan menghilangkan sifat alamiah TNK, mengancam keberadaan komodo, dan memukul pendapatan warga akibat privatisasi,&#8221; kata Ketua Komite Pusat GRD, Jimi Saputra, kepada Liputan Flores, Minggu, 10 Agustus 2025.</p>
<p><strong>Ancaman Ekologi dan Ekonomi Lokal</strong></p>
<p>Menurut Jimi, TNK adalah kawasan konservasi yang seharusnya dijaga ketat. Mayoritas masyarakat Manggarai Barat bergantung pada pariwisata berbasis alam.</p>
<p>Jika Pulau Padar dikomersialkan penuh, ia khawatir akan terjadi degradasi habitat komodo yang selama ini menjadi daya tarik utama wisata NTT.</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/regional/grd-desak-hentikan-proyek-619-fasilitas-wisata-di-pulau-padar-ancaman-privatisasi-ekologi-tn-komodo/">GRD Desak Hentikan Proyek 619 Fasilitas Wisata di Pulau Padar, Ancaman Privatisasi &#038; Ekologi TN Komodo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Identitas Jasad Perempuan yang Ditemukan di Perairan Pulau Padar</title>
		<link>https://liputanflores.com/regional/ini-identitas-jasad-perempuan-yang-ditemukan-di-perairan-pulau-padar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Feb 2025 22:53:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Labuan Bajo]]></category>
		<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Identitas]]></category>
		<category><![CDATA[Jasad Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Kasad Reskrim]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Mabar]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Padar]]></category>
		<category><![CDATA[Sape]]></category>
		<category><![CDATA[warga Bima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=770</guid>

					<description><![CDATA[<p>LIPUTANFLORES.COM&#124;MABAR, &#8211; Pihak kepolisian berhasil mengungkap identitas jasad perempuan yang ditemukan mengapung di perairan sekitar Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT pada Kamis...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/regional/ini-identitas-jasad-perempuan-yang-ditemukan-di-perairan-pulau-padar/">Ini Identitas Jasad Perempuan yang Ditemukan di Perairan Pulau Padar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LIPUTANFLORES.COM|MABAR, &#8211;</strong> Pihak kepolisian berhasil mengungkap identitas jasad perempuan yang ditemukan mengapung di perairan sekitar Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT pada Kamis (6/2) pagi.</p>
<p>Jasad tersebut diketahui bernama Juliani (32), warga Sangia, Kecamatan Sape, Bima, NTB.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, menyatakan bahwa identitas korban berhasil diketahui dalam waktu kurang dari 24 jam setelah ditemukan oleh nelayan di Perairan Long Beach, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).</p>
<p><strong>Metode Identifikasi yang Digunakan</strong></p>
<p>Proses identifikasi dilakukan oleh Tim Inafis Satreskrim Polres Manggarai Barat melalui pencocokan sidik jari dengan sistem Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis).</p>
<p>Meskipun kondisi jenazah sudah mulai membusuk, tim berhasil mengungkap identitasnya menggunakan metode asam cuka.</p>
<p>&#8220;Metode ini digunakan untuk menimbulkan kembali garis papiler pada jari yang kulitnya sudah terkelupas akibat proses pembusukan,&#8221; jelas AKP Lufthi.</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/regional/ini-identitas-jasad-perempuan-yang-ditemukan-di-perairan-pulau-padar/">Ini Identitas Jasad Perempuan yang Ditemukan di Perairan Pulau Padar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
