<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tambang Nikel Arsip - LiputanFlores.Com</title>
	<atom:link href="https://liputanflores.com/tag/tambang-nikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://liputanflores.com/tag/tambang-nikel/</link>
	<description>Kritis, Akurat, Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jun 2025 11:46:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://liputanflores.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-512-1-1-32x32.png</url>
	<title>Tambang Nikel Arsip - LiputanFlores.Com</title>
	<link>https://liputanflores.com/tag/tambang-nikel/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Capt. Hakeng : Jangan Jadikan Raja Ampat Ladang Eksploitasi Atas Nama Hilirisasi</title>
		<link>https://liputanflores.com/nasional/capt-hakeng-jangan-jadikan-raja-ampat-ladang-eksploitasi-atas-nama-hilirisasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2025 11:46:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivis lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa]]></category>
		<category><![CDATA[Eksplorasi]]></category>
		<category><![CDATA[Hilirisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Ampat]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Nikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=1854</guid>

					<description><![CDATA[<p>LIPUTANFLORES.COM&#124;JAKARTA, &#8211; Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, kembali menjadi sorotan nasional setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi menghentikan...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/nasional/capt-hakeng-jangan-jadikan-raja-ampat-ladang-eksploitasi-atas-nama-hilirisasi/">Capt. Hakeng : Jangan Jadikan Raja Ampat Ladang Eksploitasi Atas Nama Hilirisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LIPUTANFLORES.COM|JAKARTA, &#8211;</strong> Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, kembali menjadi sorotan nasional setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi menghentikan sementara aktivitas tambang nikel PT Gag Nikel, pada 5 Juni 2025.</p>
<p>Kebijakan ini menandai respons negara terhadap meningkatnya tekanan dari masyarakat sipil, aktivis lingkungan, dan dunia akademik yang khawatir atas kerusakan ekologis di salah satu kawasan paling ikonik dan biodiversitas di dunia.</p>
<p>Dewan Pakar Pengurus Pusat Pemuda Katolik yang juga seorang pengamat maritim di Indonesia, DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.H., M.Mar., menilai langkah Menteri ESDM tersebut sebagai titik balik penting dalam kebijakan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.</p>
<p>“Ini bukan semata-mata keputusan administratif, tetapi refleksi dari konflik mendalam antara dua kepentingan besar, yakni pembangunan ekonomi melalui hilirisasi nikel dan pelestarian lingkungan hidup. Harapan saya keputusan yang diambil tidak hanya penghentian sementara saja, tapi harus sampai penghentian total,” ujar DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar., di Jakarta (06/06/2025).</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/nasional/capt-hakeng-jangan-jadikan-raja-ampat-ladang-eksploitasi-atas-nama-hilirisasi/">Capt. Hakeng : Jangan Jadikan Raja Ampat Ladang Eksploitasi Atas Nama Hilirisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
