<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pengamat maritim dari Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Center (IKAL SC) Arsip - LiputanFlores.Com</title>
	<atom:link href="https://liputanflores.com/tag/pengamat-maritim-dari-ikatan-alumni-lemhannas-strategic-center-ikal-sc/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://liputanflores.com/tag/pengamat-maritim-dari-ikatan-alumni-lemhannas-strategic-center-ikal-sc/</link>
	<description>Kritis, Akurat, Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jan 2025 01:40:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://liputanflores.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-512-1-1-32x32.png</url>
	<title>pengamat maritim dari Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Center (IKAL SC) Arsip - LiputanFlores.Com</title>
	<link>https://liputanflores.com/tag/pengamat-maritim-dari-ikatan-alumni-lemhannas-strategic-center-ikal-sc/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemagaran Laut di Tangerang : Ancaman Bagi Ekologi dan Kehidupan</title>
		<link>https://liputanflores.com/nasional/pemagaran-laut-di-tangerang-ancaman-bagi-ekologi-dan-kehidupan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 01:40:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pengamat maritim dari Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Center (IKAL SC)]]></category>
		<category><![CDATA[Tangerang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=471</guid>

					<description><![CDATA[<p>LIPUTANFLORES.COM&#124;JAKARTA, &#8211; Pemagaran laut sepanjang 30,16 kilometer di pesisir Kabupaten Tangerang, Banten, telah memicu diskusi hangat terkait tata kelola ruang laut, keberlanjutan ekologi, dan...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/nasional/pemagaran-laut-di-tangerang-ancaman-bagi-ekologi-dan-kehidupan/">Pemagaran Laut di Tangerang : Ancaman Bagi Ekologi dan Kehidupan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LIPUTANFLORES.COM|JAKARTA, &#8211;</strong> Pemagaran laut sepanjang 30,16 kilometer di pesisir Kabupaten Tangerang, Banten, telah memicu diskusi hangat terkait tata kelola ruang laut, keberlanjutan ekologi, dan dampaknya terhadap masyarakat pesisir.</p>
<p>Pengamat maritim dari Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Center (ISC), DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.H., M.Mar., menyoroti bahwa tindakan ini tidak hanya berpotensi melanggar hukum, tetapi juga mengungkap kompleksitas konflik kepentingan antara publik dan privat dalam pengelolaan wilayah pesisir.</p>
<p>“Laut adalah sumber daya publik yang seharusnya dikelola untuk mendukung kesejahteraan seluruh masyarakat. Pemagaran ini mencerminkan kurangnya pemahaman terhadap prinsip ini,” tegas Capt. Hakeng.</p>
<p>Secara hukum, tindakan pemagaran ini dinilai melanggar sejumlah regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, serta Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 31 Tahun 2021 tentang Tata Ruang Laut.</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/nasional/pemagaran-laut-di-tangerang-ancaman-bagi-ekologi-dan-kehidupan/">Pemagaran Laut di Tangerang : Ancaman Bagi Ekologi dan Kehidupan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Refleksi akhir tahun 2024 Maritim Indonesia sebuah catatan dari Pengamat</title>
		<link>https://liputanflores.com/nasional/refleksi-akhir-tahun-2024-maritim-indonesia-sebuah-catatan-dari-pengamat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Dec 2024 03:57:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa]]></category>
		<category><![CDATA[geopolitik]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[M.H.]]></category>
		<category><![CDATA[M.Mar.]]></category>
		<category><![CDATA[pasir laut]]></category>
		<category><![CDATA[pengamat maritim dari Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Center (IKAL SC)]]></category>
		<category><![CDATA[S.SiT.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=228</guid>

					<description><![CDATA[<p>LIPUTANFLORES.COM&#124;JAKARTA, &#8211; Tahun 2024 menjadi tahun penuh tantangan bagi sektor maritim Indonesia, ditandai oleh berbagai dinamika geopolitik, tantangan keamanan, serta peluang strategis yang menuntut...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/nasional/refleksi-akhir-tahun-2024-maritim-indonesia-sebuah-catatan-dari-pengamat/">Refleksi akhir tahun 2024 Maritim Indonesia sebuah catatan dari Pengamat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LIPUTANFLORES.COM|JAKARTA, &#8211;</strong> Tahun 2024 menjadi tahun penuh tantangan bagi sektor maritim Indonesia, ditandai oleh berbagai dinamika geopolitik, tantangan keamanan, serta peluang strategis yang menuntut respon cepat dan tegas. Insiden paling menonjol tercatat terjadi pada tanggal 21 Oktober 2024, ketika kapal China Coast Guard 5402 diusir oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI di Laut Natuna Utara karena mengganggu aktivitas survei dan pengolahan data seismik 3D yang dilakukan oleh PT. Pertamina dengan menggunakan kapal MV. Geo Coral, dan hal tersebut menjadi sorotan internasional.</p>
<p>Menurut DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.H., M.Mar. pengamat maritim dari Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Center (IKAL SC), insiden ini bukan hanya mempertegas posisi strategis Indonesia, tetapi juga menunjukkan komitmen negara dalam menjaga kedaulatan wilayah.</p>
<p>&#8220;Kejadian ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia tidak akan mundur menghadapi klaim sepihak yang bertentangan dengan hukum internasional. Dalam catatan saya, Laut Natuna Utara memiliki luas 83.000 km2. Ketegasan Indonesia dalam menolak klaim China di Laut Natuna Utara memperlihatkan pentingnya diplomasi dan kekuatan pertahanan maritim kita,&#8221; ujar Capt. Hakeng.</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/nasional/refleksi-akhir-tahun-2024-maritim-indonesia-sebuah-catatan-dari-pengamat/">Refleksi akhir tahun 2024 Maritim Indonesia sebuah catatan dari Pengamat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
