<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kanganara Arsip - LiputanFlores.Com</title>
	<atom:link href="https://liputanflores.com/tag/kanganara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://liputanflores.com/tag/kanganara/</link>
	<description>Kritis, Akurat, Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Aug 2025 03:10:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://liputanflores.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-512-1-1-32x32.png</url>
	<title>Kanganara Arsip - LiputanFlores.Com</title>
	<link>https://liputanflores.com/tag/kanganara/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jalan Rusak Kanganara Detukeli Hambat Warga, Pemerintah Dinilai Lalai</title>
		<link>https://liputanflores.com/regional/jalan-rusak-kanganara-detukeli-hambat-warga-pemerintah-dinilai-lalai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2025 02:53:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Detukeli]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi warga]]></category>
		<category><![CDATA[jalan desa rusak]]></category>
		<category><![CDATA[jalan rusak ende]]></category>
		<category><![CDATA[Kanganara]]></category>
		<category><![CDATA[kanganara detukeli]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah lalai]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan jalan ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=2027</guid>

					<description><![CDATA[<p>ENDE, &#8211; Jalan rusak Kanganara Detukeli di Kabupaten Ende telah lama menjadi keluhan utama warga.K Kerusakan parah pada ruas penghubung ini menghambat aktivitas ekonomi...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/regional/jalan-rusak-kanganara-detukeli-hambat-warga-pemerintah-dinilai-lalai/">Jalan Rusak Kanganara Detukeli Hambat Warga, Pemerintah Dinilai Lalai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>ENDE, &#8211; </b>Jalan rusak Kanganara Detukeli di Kabupaten Ende telah lama menjadi keluhan utama warga.K</p>
<p>Kerusakan parah pada ruas penghubung ini menghambat aktivitas ekonomi dan membahayakan keselamatan, namun hingga kini perbaikan tak kunjung dilakukan.</p>
<p>Nereus Aristo Beda, petugas lapangan pemutakhiran Kerangka Geospasial dan Muatan Wilkerstat SE 2026, mengaku kesulitan menjalankan tugas akibat kondisi tersebut.</p>
<p>“Saya prihatin, jalan ini benar-benar menghambat aktivitas. Bayangkan warga yang harus membawa hasil komoditi ke Kota Ende, pasti sangat sulit,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025) petang</p>
<p>Jalan ini merupakan jalur vital yang dilalui kendaraan roda dua hingga mobil pickup. Sejak Aristo bergabung sebagai mitra BPS Kabupaten Ende pada 2020, kerusakan semakin parah dan seolah dibiarkan tanpa upaya perbaikan berarti.</p>
<p>Kondisi jalan rusak Ende ini membuat warga kesulitan mengangkut hasil pertanian. Risiko kecelakaan juga tinggi, terutama saat musim hujan ketika permukaan jalan licin dan berlubang tergenang air.</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/regional/jalan-rusak-kanganara-detukeli-hambat-warga-pemerintah-dinilai-lalai/">Jalan Rusak Kanganara Detukeli Hambat Warga, Pemerintah Dinilai Lalai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bertani Secara Konvensional, Petani Di Kanganara Butuh Bantuan Pemerintah</title>
		<link>https://liputanflores.com/regional/bertani-secara-konvensional-petani-di-kanganara-butuh-bantuan-pemerintah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2025 12:27:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Aristo Beda]]></category>
		<category><![CDATA[Detukeli]]></category>
		<category><![CDATA[Kanganara]]></category>
		<category><![CDATA[Konvensional]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=468</guid>

					<description><![CDATA[<p>LIPUTANFLORES&#124;ENDE, &#8211; Para petani di desa Kanganara, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menggunakan metode pertanian konvensional dalam menggarap lahan baik...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/regional/bertani-secara-konvensional-petani-di-kanganara-butuh-bantuan-pemerintah/">Bertani Secara Konvensional, Petani Di Kanganara Butuh Bantuan Pemerintah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LIPUTANFLORES|ENDE, &#8211;</strong> Para petani di desa Kanganara, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menggunakan metode pertanian konvensional dalam menggarap lahan baik ladang maupun sawah.</p>
<p>Hal ini diungkapkan salah satu petani di desa Kanganara, Aristo Beda kepada media ini melalui pesan Whatsapp rabu 8 Januari 2025 malam</p>
<p>Menurut Aristo Beda, metode pertanian konvensional mengandalkan peralatan seadanya, hal ini menyebabkan rendahnya produktivitas hasil panen</p>
<p>Ia menjelaskan, masyarakat desa Kanganara mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani<br />
di atas lahan seluas kurang lebih 56 hektar sawah</p>
<p>Didesa Kanganara sendiri ada satu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang terdiri dari enam Kelompok Tani (Poktan)</p>
<p>Namun dalam melakukan aktivitas sehari &#8211; hari petani setempat masih menggunakan alat-alat tradisional seperti cangkul, tofa, parang, sabit, dan sejenisnya</p>
<p>Petani kami kesulitan meningkatkan produktivitas hasil panen karena tidak memiliki akses ke teknologi pertanian modern</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/regional/bertani-secara-konvensional-petani-di-kanganara-butuh-bantuan-pemerintah/">Bertani Secara Konvensional, Petani Di Kanganara Butuh Bantuan Pemerintah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ruas Jalan Kanganara, Kurupoke, Detunio, Otoboti &#8211; Lepembusu Kelisoke Memprihatinkan, Warga Minta Perhatian Pemerintah</title>
		<link>https://liputanflores.com/regional/ruas-jalan-kanganara-kurupoke-detunio-otoboti-lepembusu-kelisoke-memprihatinkan-warga-minta-perhatian-pemerintah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Dec 2024 07:45:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Detunio]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Detukeli Lepembusu Kelisoke]]></category>
		<category><![CDATA[Kanganara]]></category>
		<category><![CDATA[Kurupoke]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah kabupaten Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=234</guid>

					<description><![CDATA[<p>LIPUTANFLORES.COM&#124;ENDE, &#8211; Ruas jalan yang menghubungkan kecamatan Detukeli menuju kecamatan Lepembusu Kelisoke kian parah, apalagi memasuki musim penghujan Mulai dari cabang gereja Detukeli, lowokopo,...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/regional/ruas-jalan-kanganara-kurupoke-detunio-otoboti-lepembusu-kelisoke-memprihatinkan-warga-minta-perhatian-pemerintah/">Ruas Jalan Kanganara, Kurupoke, Detunio, Otoboti &#8211; Lepembusu Kelisoke Memprihatinkan, Warga Minta Perhatian Pemerintah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LIPUTANFLORES.COM|ENDE, &#8211;</strong> Ruas jalan yang menghubungkan kecamatan Detukeli menuju kecamatan Lepembusu Kelisoke kian parah, apalagi memasuki musim penghujan</p>
<p>Mulai dari cabang gereja Detukeli, lowokopo, Detunio, Otoboti hingga kecamatan Lepembusu Kelisoke hingga kini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten Ende</p>
<p>Padahal ruas jalan ini yang menghubungkan dua kecamatan, yaitu kecamatan Detukeli dan kecamatan Lepembusu Kelisoke</p>
<p>Wilayah ini juga meliputi, wilayah desa Kanganara, kampung Kurupoke dan juga kampung Kobandaru masih boleh dibilang terisolir dari sisi infrastruktur jalan</p>
<p>Nereus Aristo Beda, warga desa Kanganara kepada media ini mengatakan, kondisi ruas jalan ini sudah dialami masyarakat desa Kanganara, Kurupoke, Detunio, Otoboti hingga kecamatan Lepembusu Kelisoke dari tahun ke tahun bahkan rezim ke rezim</p>
<p>Wilayah ini sepertinya dianak tirikan oleh pemerintah kabupaten Ende, karena memang dari bupati ke bupati tidak pernah perhatikan wilayah ini</p>
<p>Lebih jauh Arys menjelaskan kondisi ruas jalan dari Detukeli ke desa Kanganara sejauh 6 Km, dari desa Detukeli, ke dusun Kurupoke, 4 Km, Desa Kebesani dusun Otoboti 4 Km serta menghubungkan dari kecamatan Detukeli menuju Kecamatan Lempembusu Kelisoke 20 an Km.</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/regional/ruas-jalan-kanganara-kurupoke-detunio-otoboti-lepembusu-kelisoke-memprihatinkan-warga-minta-perhatian-pemerintah/">Ruas Jalan Kanganara, Kurupoke, Detunio, Otoboti &#8211; Lepembusu Kelisoke Memprihatinkan, Warga Minta Perhatian Pemerintah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
