<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Opini Arsip - LiputanFlores.Com</title>
	<atom:link href="https://liputanflores.com/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://liputanflores.com/opini/</link>
	<description>Kritis, Akurat, Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Aug 2026 06:42:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://liputanflores.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-512-1-1-32x32.png</url>
	<title>Opini Arsip - LiputanFlores.Com</title>
	<link>https://liputanflores.com/opini/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana</title>
		<link>https://liputanflores.com/opini/petani-cadangan-pangan-dan-ketangguhan-flores-menghadapi-bencana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 06:42:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Cadangan pangan Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi petani muda]]></category>
		<category><![CDATA[Kemandirian pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan pangan Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan pangan NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Ketangguhan masyarakat Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Lumbung pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Lumbung pangan desa]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan lokal Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan lokal NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Flores]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian tanaman pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Petani NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=2782</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Sedia payung sebelum hujan, sedia pangan sebelum bencana.” Dr.Ir. Karolus Karni Lando, MBA Opini, &#8211; Gempa bumi yang mengguncang Flores memberikan pelajaran penting bahwa...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/petani-cadangan-pangan-dan-ketangguhan-flores-menghadapi-bencana/">Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>“Sedia payung sebelum hujan, sedia pangan sebelum bencana.” Dr.Ir. Karolus Karni Lando, MBA</em></p>
<p><strong>Opini, &#8211;</strong> Gempa bumi yang mengguncang Flores memberikan pelajaran penting bahwa ketahanan menghadapi bencana tidak hanya ditentukan oleh kekuatan bangunan, kesiapan tim penyelamat, dan kecepatan bantuan pemerintah. Ketahanan bencana juga sangat bergantung pada kemampuan masyarakat menyediakan pangan bagi keluarganya ketika jalan terputus, pasar tutup, jaringan komunikasi terganggu, dan bantuan dari luar belum tiba.</p>
<p>Dalam keadaan darurat seperti sekarang, bantuan pemerintah dan masyarakat tentu sangat dibutuhkan. Korban tidak boleh disalahkan karena mengalami kesulitan memperoleh makanan. Rumah, dapur, peralatan memasak, dan persediaan pangan dapat rusak atau tertimbun reruntuhan. Sebagian warga juga harus meninggalkan rumah karena gempa susulan. Kebun yang mereka miliki mungkin berada beberapa kilometer dari rumah dan sulit dijangkau karena jalan rusak atau tertutup longsor.<br />
Namun, di balik keadaan tersebut, kita perlu melakukan refleksi yang lebih mendalam: seberapa kuat ketahanan pangan keluarga dan desa-desa di Flores?</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/petani-cadangan-pangan-dan-ketangguhan-flores-menghadapi-bencana/">Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati</title>
		<link>https://liputanflores.com/opini/dede-padama-mahasiswa-semester-i-yang-belajar-memimpin-dengan-hati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2026 02:36:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Alor]]></category>
		<category><![CDATA[Alor NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[aspirasi masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Dede Padama]]></category>
		<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan anak muda]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan dengan hati]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa semester I]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Opini NTT]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin muda NTT]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda Alor]]></category>
		<category><![CDATA[politik anak muda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=2758</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA CEO KRQA-SQC Certification Services “Anak muda boleh melangkah jauh, tetapi jangan pernah meninggalkan adat dan kesantunan. Sebab...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/dede-padama-mahasiswa-semester-i-yang-belajar-memimpin-dengan-hati/">Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Oleh: Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA</strong><br />
<strong>CEO KRQA-SQC Certification Services</strong></p>
<p style="text-align: center;"><em>“Anak muda boleh melangkah jauh, tetapi jangan pernah meninggalkan adat dan kesantunan. Sebab dari sopan santun tumbuh kepercayaan, dan dari kepercayaan lahir kepemimpinan.”</em></p>
<p>OPINI, &#8211; Ada sesuatu yang menarik dari peristiwa yang terjadi di Alor. Peristiwa itu bukan semata tentang hadirnya perhatian pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terhadap persoalan masyarakat. Lebih dari itu, ada cerita tentang seorang anak muda yang mampu membuka pintu perhatian pemerintah melalui cara yang sederhana: berbicara dengan hati.</p>
<p><strong>Namanya Dede Padama.</strong></p>
<p>Ia bukan pejabat. Bukan anggota DPR. Bukan kepala daerah. Bahkan, ia baru memasuki semester pertama sebagai mahasiswa.</p>
<p>Namun, dari posisi yang sangat sederhana itu, Dede menunjukkan sesuatu yang tidak selalu dimiliki oleh mereka yang telah lama berkecimpung dalam dunia politik dan pemerintahan: kemampuan membaca situasi, memahami kepada siapa harus berbicara, mengetahui kapan harus menyampaikan aspirasi, serta memahami bagaimana menyampaikannya dengan santun.</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/dede-padama-mahasiswa-semester-i-yang-belajar-memimpin-dengan-hati/">Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir</title>
		<link>https://liputanflores.com/opini/jangan-sampai-rakyat-mencari-jalan-lain-karena-wakilnya-tidak-hadir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2026 01:55:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Adriano Padama]]></category>
		<category><![CDATA[anggota DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[aspirasi rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Dapil NTT 1]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[harga beras Alor]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat NTT]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Politik NTT]]></category>
		<category><![CDATA[rekam jejak anggota DPR]]></category>
		<category><![CDATA[wakil rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[wakil rakyat NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=2756</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA Tulisan Radar NTT berjudul “Ketika Adriano Padama ‘Mengambil Alih’ Peran Anggota Dewan” menurut saya merupakan kritik...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/jangan-sampai-rakyat-mencari-jalan-lain-karena-wakilnya-tidak-hadir/">Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Oleh : Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA</strong></p>
<p>Tulisan Radar NTT berjudul “Ketika Adriano Padama ‘Mengambil Alih’ Peran Anggota Dewan” menurut saya merupakan kritik demokrasi yang penting. Tulisan tersebut layak menjadi bahan refleksi, bukan hanya bagi anggota DPR RI yang mewakili Nusa Tenggara Timur, tetapi juga bagi masyarakat sebagai pemegang mandat demokrasi.</p>
<p>Saya justru ingin memberikan apresiasi kepada Adriano Padama, mahasiswa asal Alor, yang berani menyampaikan persoalan harga beras di daerahnya secara langsung kepada Menteri Pertanian.</p>
<p>Keberanian tersebut menunjukkan bahwa masyarakat, terutama generasi muda, tidak boleh diam ketika berhadapan dengan persoalan yang menyangkut kehidupan rakyat.</p>
<p>Namun, dari peristiwa tersebut muncul pertanyaan yang jauh lebih besar</p>
<p>Mengapa persoalan rakyat harus terlebih dahulu disampaikan oleh seorang mahasiswa kepada seorang menteri, sementara kita memiliki anggota DPR RI yang memang memperoleh mandat dari rakyat untuk menyerap aspirasi, memperjuangkan kepentingan masyarakat, sekaligus menjalankan fungsi pengawasan?</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/jangan-sampai-rakyat-mencari-jalan-lain-karena-wakilnya-tidak-hadir/">Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?</title>
		<link>https://liputanflores.com/opini/ende-tak-kekurangan-orang-pintar-mengapa-rakyat-masih-tertinggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 05:42:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Karno]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Politik]]></category>
		<category><![CDATA[geotermal Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kemerdekaan RI]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Desa Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Niko Sanggu]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Ende]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Rahim Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[SDM Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=2753</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh ; Niko Sangu, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere Menagih Etika Kekuasaan di Tanah Pancasila Opini, &#8211; Setiap Agustus, bangsa ini kembali larut dalam perayaan...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/ende-tak-kekurangan-orang-pintar-mengapa-rakyat-masih-tertinggal/">Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Oleh ; Niko Sangu, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere</strong></p>
<p><em>Menagih Etika Kekuasaan di Tanah Pancasila</em></p>
<p><strong>Opini, &#8211;</strong> Setiap Agustus, bangsa ini kembali larut dalam perayaan kemerdekaan. Bendera dikibarkan, lagu kebangsaan dinyanyikan, dan berbagai seremoni digelar dengan penuh semangat. Namun, kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai ritual tahunan. Ia harus menjadi ruang refleksi untuk mengukur sejauh mana negara benar-benar hadir menghadirkan keadilan bagi rakyatnya.</p>
<p>Bagi Kabupaten Ende, makna refleksi itu jauh lebih dalam. Di kota inilah Bung Karno mengasingkan diri sekaligus merumuskan nilai-nilai yang kemudian menjadi fondasi Pancasila. Karena itu, Ende bukan sekadar wilayah administratif, melainkan ruang sejarah yang menyimpan tanggung jawab moral terhadap cita-cita bangsa.</p>
<p>Ironisnya, di tanah yang melahirkan gagasan besar tentang keadilan sosial ini, pertanyaan mendasar justru terus mengemuka: mengapa rakyat masih bergulat dengan kemiskinan, ketimpangan, dan keterbelakangan?</p>
<p>Ende tidak pernah kekurangan orang pintar. Daerah ini memiliki banyak sarjana, akademisi, birokrat, teknokrat, maupun tokoh masyarakat yang berpendidikan tinggi. Namun, kecerdasan intelektual ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas kebijakan publik.</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/ende-tak-kekurangan-orang-pintar-mengapa-rakyat-masih-tertinggal/">Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak  Ketidakadilan</title>
		<link>https://liputanflores.com/opini/flores-tidak-menolak-energi-bersih-flores-menolak-ketidakadilan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 01:34:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Biomassa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Arus Laut Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Bersih Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Surya Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Terbarukan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Flores]]></category>
		<category><![CDATA[FPIC]]></category>
		<category><![CDATA[Geothermal Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Masyarakat Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Just Energy Transition]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan Ekologis]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Agung Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral]]></category>
		<category><![CDATA[Laudato Si]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Mgr Paulus Budi Kleden]]></category>
		<category><![CDATA[Migran Perantau]]></category>
		<category><![CDATA[Mikrohidro Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Net Zero Emission Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Geothermal Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Panas Bumi Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[Penolakan Geothermal Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Hidup Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Transisi Energi Berkeadilan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=2741</guid>

					<description><![CDATA[<p>Opini Oleh : V. Maximus Mari (Anggota Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral Migran Perantau Keuskupan Agung Ende) &#8220;Ketika Ambisi Transisi Energi Nasional Berhadapan dengan...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/flores-tidak-menolak-energi-bersih-flores-menolak-ketidakadilan/">Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak  Ketidakadilan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Opini Oleh : V. Maximus Mari<br />
(Anggota Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral Migran Perantau Keuskupan<br />
Agung Ende)</p>
<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Ketika Ambisi Transisi Energi Nasional Berhadapan dengan Hak Hidup </em><br />
<em>Masyarakat&#8221;</em></p>
<p>Dunia sedang berpacu menghadapi perubahan iklim. Hampir seluruh negara<br />
berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca melalui transisi dari energi fosil menuju energi baru dan terbarukan. Indonesia pun mengambil bagian dalam agenda global tersebut dengan menargetkan pencapaian Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat. Dalam kerangka itu, panas bumi (geothermal) ditempatkan sebagai salah satu pilar utama transisi energi nasional.</p>
<p>Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Indonesia memiliki potensi panas bumi sekitar 23.700 MW yang tersebar di lebih dari 330 titik prospek, terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Namun hingga kini kapasitas terpasang baru sekitar 2.744 MW, atau sekitar sebelas persen dari total potensi. Melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034, pemerintah menargetkan kapasitas panas bumi mencapai sekitar 5,2 GW pada 2030. Ambisi ini menunjukkan bahwa geothermal dipandang sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus menurunkan emisi karbon.</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/flores-tidak-menolak-energi-bersih-flores-menolak-ketidakadilan/">Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak  Ketidakadilan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jokowi Dianugerahi Gelar Adat &#8220;Raja Timur&#8221;: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT</title>
		<link>https://liputanflores.com/opini/jokowi-dianugerahi-gelar-adat-raja-timur-simbol-penghormatan-masyarakat-adat-timor-atas-jejak-pembangunan-di-ntt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2026 00:24:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Berita NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Timor]]></category>
		<category><![CDATA[Gelar Adat Raja Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi Indonesia Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi Raja Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan Amanuban]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan Amarasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan Belu]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan Malaka]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan Sonbai]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat Adat Timor]]></category>
		<category><![CDATA[Opini NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Adat Timor]]></category>
		<category><![CDATA[Raja-Raja Pulau Timor]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Adat Timor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=2732</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh ; Dr. Ir Karolus Karni Lando, MBA Opini, &#8211; Penganugerahan gelar adat &#8220;Raja Timur&#8221; kepada Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, merupakan sebuah...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/jokowi-dianugerahi-gelar-adat-raja-timur-simbol-penghormatan-masyarakat-adat-timor-atas-jejak-pembangunan-di-ntt/">Jokowi Dianugerahi Gelar Adat &#8220;Raja Timur&#8221;: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh ; Dr. Ir Karolus Karni Lando, MBA</strong></em></p>
<p><strong>Opini, &#8211;</strong> Penganugerahan gelar adat &#8220;Raja Timur&#8221; kepada Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, merupakan sebuah peristiwa yang sarat makna. Di tengah keberagaman budaya yang hidup di Pulau Timor, penghormatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni adat, melainkan mencerminkan penghargaan masyarakat terhadap seorang pemimpin yang dinilai telah meninggalkan jejak pembangunan dan perhatian bagi kawasan Indonesia Timur.</p>
<p>Dalam tradisi masyarakat Timor, gelar adat bukanlah penghargaan yang diberikan secara sembarangan. Gelar tersebut lahir dari pertimbangan para pemangku adat dan para raja yang memegang otoritas budaya di wilayahnya. Karena itu, penganugerahan gelar &#8220;Raja Timur&#8221; dapat dipandang sebagai bentuk pengakuan moral dan budaya yang memiliki nilai simbolis tinggi.</p>
<p>Penghormatan itu datang dari para raja dan tokoh adat yang mewakili berbagai kerajaan bersejarah di Pulau Timor, di antaranya Kerajaan Sonbai, Kerajaan Kupang, Kerajaan Amarasi, Kerajaan Amfoang, Kerajaan Taebenu, Kerajaan Amanuban, Kerajaan Amanatun, Kerajaan Mollo, serta perwakilan kerajaan dari Belu, Nenuk, Tasifeto, Malaka, Insana, Beboki, dan Miomaffo. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa penghormatan tersebut merupakan representasi dari berbagai komunitas adat yang memiliki akar sejarah panjang di Pulau Timor.</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/jokowi-dianugerahi-gelar-adat-raja-timur-simbol-penghormatan-masyarakat-adat-timor-atas-jejak-pembangunan-di-ntt/">Jokowi Dianugerahi Gelar Adat &#8220;Raja Timur&#8221;: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis</title>
		<link>https://liputanflores.com/opini/ulupulu-1-menunggu-sepiring-harapan-menguji-komitmen-makan-bergizi-gratis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2026 23:43:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Ulupulu 1]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[MBG NTT]]></category>
		<category><![CDATA[MBG Ulupulu 1]]></category>
		<category><![CDATA[Nangaroro]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Opini MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Program MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting Nagekeo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=2726</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Mahasiswa KKNT 2026 Gentaskin Batch 2 Desa Ulupulu 1 Opini, &#8211; Pembangunan sejatinya tidak diukur dari banyaknya bangunan yang berdiri, melainkan dari...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/ulupulu-1-menunggu-sepiring-harapan-menguji-komitmen-makan-bergizi-gratis/">Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Oleh : Mahasiswa KKNT 2026 Gentaskin Batch 2 Desa Ulupulu 1</em></strong></p>
<p><strong>Opini, &#8211;</strong> Pembangunan sejatinya tidak diukur dari banyaknya bangunan yang berdiri, melainkan dari seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat. Sebuah kantor yang megah tidak akan mengenyangkan perut anak-anak, sebagaimana sebuah papan nama program tidak akan menghapus stunting yang setiap hari mengintai masa depan mereka.</p>
<p>Realitas itulah yang kami jumpai selama menjalankan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gentaskin 2026 di Desa Ulupulu 1, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang digadang-gadang sebagai salah satu strategi besar pemerintah dalam membangun generasi sehat dan menekan angka stunting, hingga kini belum dirasakan manfaatnya oleh sekolah-sekolah di desa ini. Di sisi lain, fasilitas atau kantor pengelolanya telah tersedia.</p>
<p>Bagi masyarakat, kondisi tersebut melahirkan pertanyaan yang sederhana tetapi sangat mendasar: kapan manfaat program benar-benar hadir bagi anak-anak?</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/ulupulu-1-menunggu-sepiring-harapan-menguji-komitmen-makan-bergizi-gratis/">Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja</title>
		<link>https://liputanflores.com/opini/may-day-1-mei-2026-alarm-tahunan-tentang-keadilan-sosial-dan-martabat-pekerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 12:23:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivis Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh Tani Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Pemuda NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Pekerja]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Buruh 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Buruh Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[May Day 2026]]></category>
		<category><![CDATA[May Day Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan Buruh]]></category>
		<category><![CDATA[Philipus Oskar Api Oa]]></category>
		<category><![CDATA[Selamat Hari Buruh]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisme Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Upah Layak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=2644</guid>

					<description><![CDATA[<p>May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja Oleh ; Philipus Oskar Api Oa Ketua Forum Pemuda NTT Selamat...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/may-day-1-mei-2026-alarm-tahunan-tentang-keadilan-sosial-dan-martabat-pekerja/">May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja</strong></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Oleh ; Philipus Oskar Api Oa</strong></em><br />
<em><strong>Ketua Forum Pemuda NTT</strong></em></p>
<p>Selamat Hari Buruh 1 Mei 2026. May Day bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum penting untuk kembali menyoroti perjuangan hak-hak pekerja dalam menuntut keadilan di tempat kerja masing-masing.</p>
<p>Setiap tahun, suara solidaritas itu selalu lahir dari kalangan buruh, tani, dan mahasiswa. Tiga elemen sosial ini kerap menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kejujuran, keberanian, dan keberpihakan terhadap rakyat kecil.</p>
<p>Dari merekalah semangat aktivisme terus hidup, menjaga nurani bangsa agar tidak sepenuhnya tunduk pada kepentingan kekuasaan dan modal.</p>
<p>Di berbagai daerah di Indonesia, May Day menjadi ruang ekspresi perjuangan. Aktivis buruh dan mahasiswa turun ke jalan, menyusuri garis-garis kota, membawa tuntutan tentang keadilan, kesejahteraan, dan kebebasan hidup yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Mereka hadir bukan untuk gaduh, tetapi untuk mengingatkan bahwa masih banyak ketimpangan yang belum diselesaikan.</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/may-day-1-mei-2026-alarm-tahunan-tentang-keadilan-sosial-dan-martabat-pekerja/">May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur</title>
		<link>https://liputanflores.com/opini/menanti-kebangkitan-sepak-bola-ntt-lewat-piala-gubernur-liga-4-etmc-2026-di-flores-timur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 05:11:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[El Tari Memorial Cup]]></category>
		<category><![CDATA[ETMC 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Flores Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Liga 4 Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Gubernur NTT]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak bola Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak Bola NTT]]></category>
		<category><![CDATA[talenta timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=2624</guid>

					<description><![CDATA[<p>Opini oleh ; Kepitang Dokeng, Warga Adonara (Wartawan Liputan Flores) Di tengah dominasi pembangunan olahraga yang masih terpusat di Pulau Jawa, denyut sepak bola...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/menanti-kebangkitan-sepak-bola-ntt-lewat-piala-gubernur-liga-4-etmc-2026-di-flores-timur/">Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Opini oleh ; Kepitang Dokeng, Warga Adonara (Wartawan Liputan Flores) </strong></p>
<p>Di tengah dominasi pembangunan olahraga yang masih terpusat di Pulau Jawa, denyut sepak bola dari wilayah timur Indonesia tetap hidup—bahkan tumbuh dengan karakter yang khas. Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu daerah yang menunjukkan bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan identitas sosial dan harapan kolektif masyarakat.</p>
<p>Penyelenggaraan Piala Gubernur Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) 2026 di Kabupaten Flores Timur pada November mendatang menjadi momentum penting yang patut dicermati. Ajang ini tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang masa depan sepak bola daerah.</p>
<p>Bagi masyarakat NTT, ETMC bukan sekadar turnamen tahunan. Ia adalah tradisi yang telah mengakar, menjadi simbol persatuan antarwilayah, sekaligus panggung bagi lahirnya talenta-talenta muda. Transformasi ETMC ke dalam struktur Liga 4 Indonesia di bawah naungan PSSI memberi harapan baru: adanya jalur yang lebih jelas menuju profesionalisme.</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/menanti-kebangkitan-sepak-bola-ntt-lewat-piala-gubernur-liga-4-etmc-2026-di-flores-timur/">Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi</title>
		<link>https://liputanflores.com/opini/menakar-nalar-lonn-segi-antara-kritik-intelektual-dan-drama-privasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[LiputanFlores.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 23:59:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Debat publik Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi dan kebebasan berpendapat]]></category>
		<category><![CDATA[Isu penggusuran warga Ndao]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan penataan pesisir Ndao]]></category>
		<category><![CDATA[Kontroversi Pantai Ndao Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik akademisi Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik intelektual vs privasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik kebijakan publik NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik penataan Pantai Ndao]]></category>
		<category><![CDATA[Lon Segi Pantai Ndao]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar kritis dalam debat publik]]></category>
		<category><![CDATA[Opini penataan wilayah pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[Perdebatan intelektual di ruang publik]]></category>
		<category><![CDATA[Polemik Pantai Ndao Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Rian Laka opini Ndao]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputanflores.com/?p=2611</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Menyikapi Subjektivitas Lon Segi dalam Debat Penataan Ndao” Oleh: Rian Laka Alumni Unflor Dalam sebuah perdebatan publik yang sehat, senjata yang diadu adalah data,...</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/menakar-nalar-lonn-segi-antara-kritik-intelektual-dan-drama-privasi/">Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>“Menyikapi Subjektivitas Lon Segi dalam Debat Penataan Ndao”</em></p>
<p><strong>Oleh: Rian Laka Alumni Unflor</strong></p>
<p>Dalam sebuah perdebatan publik yang sehat, senjata yang diadu adalah data, logika, dan dialektika. Namun, belakangan ini kita menyaksikan sebuah fenomena menarik—sekaligus memprihatinkan—ketika kritik tajam terhadap sebuah gagasan justru dijawab dengan narasi &#8220;tersudutkan secara privasi&#8221;.</p>
<p>Tanggapan subjektif saudara Lon Segi, S.Pd., M.Pd., di group WhatsApp FORKOMA Ende terhadap opini sanggahan saya sebelumnya mengenai Pantai Ndao, menyingkap sebuah tabir: masih rendahnya kedewasaan kita dalam membedakan mana kritik terhadap kapasitas berpikir dan mana serangan terhadap urusan pribadi.</p>
<p>Mesti saya terangkan bahwa Gelar Akademis Bukan Privasi, Itu Adalah Tanggung Jawab Intelektual. Saudara Lon Segi merasa privasinya terusik ketika gelar akademisnya disandingkan dengan kualitas opininya.</p>
<p>Gelar S.Pd. atau M.Pd. yang disematkan di belakang nama dalam sebuah artikel opini bukanlah sekadar hiasan atau urusan privat. Ia adalah Atribut Intelektual yang sengaja dipamerkan penulis untuk melegitimasi bahwa tulisannya berbobot dan otoritatif.</p>
<p>Artikel <a href="https://liputanflores.com/opini/menakar-nalar-lonn-segi-antara-kritik-intelektual-dan-drama-privasi/">Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://liputanflores.com">LiputanFlores.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
