Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026 - 07:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Ryan Laka Editor : Redaksi Dibaca 203 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marianus Yuardianus Laka, Alumni Uniflor

Marianus Yuardianus Laka, Alumni Uniflor

“Menyikapi Subjektivitas Lon Segi dalam Debat Penataan Ndao”

Oleh: Rian Laka Alumni Unflor

Dalam sebuah perdebatan publik yang sehat, senjata yang diadu adalah data, logika, dan dialektika. Namun, belakangan ini kita menyaksikan sebuah fenomena menarik—sekaligus memprihatinkan—ketika kritik tajam terhadap sebuah gagasan justru dijawab dengan narasi “tersudutkan secara privasi”.

Tanggapan subjektif saudara Lon Segi, S.Pd., M.Pd., di group WhatsApp FORKOMA Ende terhadap opini sanggahan saya sebelumnya mengenai Pantai Ndao, menyingkap sebuah tabir: masih rendahnya kedewasaan kita dalam membedakan mana kritik terhadap kapasitas berpikir dan mana serangan terhadap urusan pribadi.

Mesti saya terangkan bahwa Gelar Akademis Bukan Privasi, Itu Adalah Tanggung Jawab Intelektual. Saudara Lon Segi merasa privasinya terusik ketika gelar akademisnya disandingkan dengan kualitas opininya.

Baca Juga :  Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Gelar S.Pd. atau M.Pd. yang disematkan di belakang nama dalam sebuah artikel opini bukanlah sekadar hiasan atau urusan privat. Ia adalah Atribut Intelektual yang sengaja dipamerkan penulis untuk melegitimasi bahwa tulisannya berbobot dan otoritatif.

Berita Terkait

May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja
Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur
Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya
Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT
Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”
Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin
Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026
Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 14:19 WITA

Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:34 WITA

Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:50 WITA

Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:17 WITA

Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:45 WITA

Warga Mengungsi Akibat Konflik Sosial, Dinsos Ende Serahkan Bantuan Kemanusiaan

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:53 WITA

Konflik Susulan di Adonara Timur Pecah, Sembilan Rumah Warga Dusun Bele Terbakar

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:13 WITA

Wabup Flores Timur Tetapkan Status Gempa Beralih ke Masa Transisi Pemulihan

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:59 WITA

Fungsionaris Adat Nggorang Jadi Sorotan Setelah Dua Alas Hak SHM Keranga Terungkap

Berita Terbaru