Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Niko Sanggu Editor : Redaksi Dibaca 205 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Niko Sanggu, Jurnalis Muda

Niko Sanggu, Jurnalis Muda

Opini ; Oleh Niko Sanggu, Jurnalis Muda

Menulis hasil refleksi, menyambut hari Lahir Pers Nasional 9 Februari 2026.

Pers bukanlah sekadar penyampai pesan, melainkan alat bedah yang harus berani membedah borok kekuasaan hingga ke akarnya. Jika sebuah tulisan hanya berisi pujian terhadap pemerintah, itu bukanlah jurnalisme, melainkan pamflet propaganda yang dibayar oleh pajak rakyat.

“Esensi sejati dari pers adalah menjadi oposisi permanen terhadap segala bentuk kesewenang-wenangan yang disembunyikan di balik meja-meja birokrasi yang rapi.”

Membongkar kebusukan pemerintah adalah mandat moral yang tidak bisa ditawar. Kekuasaan secara alami memiliki kecenderungan untuk korup dan menutupi jejaknya dengan retorika manis atau angka-angka statistik yang dimanipulasi.

Baca Juga :  Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya

Di sinilah pers harus hadir sebagai anjing penjaga yang tidak hanya menggonggong saat melihat ketidakadilan, tetapi juga menggigit narasi-narasi palsu yang digunakan untuk menidurkan kesadaran publik.
Dinding kekuasaan sering kali dibangun dari tumpukan rahasia dan anggaran siluman yang dikelola dalam kegelapan. Tulisan yang tajam adalah cahaya yang memaksa tikus-tikus kantor keluar dari persembunyiannya.

Baca Juga :  Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi

Berita Terkait

Propinsi Kepulauan Flores, Ketika Negara Membiarkan Ketimpangan Menjadi Persoalan Menahun
Nikolaus Sanggu: Bangsa Indonesia yang dibangsatkan oleh Bangsanya Sendiri
Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana
Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 07:42 WITA

Propinsi Kepulauan Flores, Ketika Negara Membiarkan Ketimpangan Menjadi Persoalan Menahun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:55 WITA

Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru