Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Niko Sanggu Editor : Redaksi Dibaca 124 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Niko Sanggu, Jurnalis Muda

Niko Sanggu, Jurnalis Muda

Opini ; Oleh Niko Sanggu, Jurnalis Muda

Menulis hasil refleksi, menyambut hari Lahir Pers Nasional 9 Februari 2026.

Pers bukanlah sekadar penyampai pesan, melainkan alat bedah yang harus berani membedah borok kekuasaan hingga ke akarnya. Jika sebuah tulisan hanya berisi pujian terhadap pemerintah, itu bukanlah jurnalisme, melainkan pamflet propaganda yang dibayar oleh pajak rakyat.

“Esensi sejati dari pers adalah menjadi oposisi permanen terhadap segala bentuk kesewenang-wenangan yang disembunyikan di balik meja-meja birokrasi yang rapi.”

Membongkar kebusukan pemerintah adalah mandat moral yang tidak bisa ditawar. Kekuasaan secara alami memiliki kecenderungan untuk korup dan menutupi jejaknya dengan retorika manis atau angka-angka statistik yang dimanipulasi.

Baca Juga :  Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Di sinilah pers harus hadir sebagai anjing penjaga yang tidak hanya menggonggong saat melihat ketidakadilan, tetapi juga menggigit narasi-narasi palsu yang digunakan untuk menidurkan kesadaran publik.
Dinding kekuasaan sering kali dibangun dari tumpukan rahasia dan anggaran siluman yang dikelola dalam kegelapan. Tulisan yang tajam adalah cahaya yang memaksa tikus-tikus kantor keluar dari persembunyiannya.

Baca Juga :  𝐌𝐞𝐧𝐮𝐣𝐮 𝐄𝐧𝐝𝐞 𝐁𝐚𝐫𝐮, 𝐄𝐧𝐝𝐞 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐢𝐡

Berita Terkait

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur
Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi
Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya
Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT
Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin
Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026
Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Menimbang Ulang Ambisi Bapak Presiden Prabowo Terbitkan Perpres tentang Olah Sampah Jadi Energi
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:11 WITA

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:23 WITA

Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:02 WITA

Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:52 WITA

Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:59 WITA

Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:22 WITA

Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026

Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:06 WITA

Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Jumat, 17 Oktober 2025 - 12:52 WITA

Menimbang Ulang Ambisi Bapak Presiden Prabowo Terbitkan Perpres tentang Olah Sampah Jadi Energi

Berita Terbaru