Pers yang berintegritas tidak akan membiarkan kebijakan publik menjadi ruang gelap di mana para elit berpesta di atas penderitaan rakyat jelata yang suara-suaranya sering kali dibungkam oleh hukum yang tumpul ke atas.
Risiko dari ketajaman pena adalah ancaman nyata—mulai dari kriminalisasi, teror digital, hingga pembungkaman paksa. Namun, diamnya pers saat melihat kebusukan adalah pengkhianatan terbesar terhadap kemanusiaan. Ketika pers tunduk pada tekanan atau godaan materi dari penguasa, ia telah kehilangan nyawanya dan berubah menjadi alat penindas baru yang melegitimasi segala bentuk kebijakan yang merugikan orang banyak.
Pada akhirnya, sebuah tulisan yang mendalam harus mampu membangkitkan kemarahan yang sehat di tengah masyarakat. Kemarahan terhadap ketidakadilan adalah energi yang dibutuhkan untuk menuntut perubahan. Selama masih ada kebusukan yang ditutupi oleh jubah kekuasaan, selama itu pula pena jurnalis harus tetap tajam, tidak kenal kompromi, dan selalu siap untuk meruntuhkan tembok impunitas yang melindungi para perampok hak rakyat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




