Oleh : Frederikus Kepitang Dokeng
Wartawan Liputan Flores
Natal tidak hadir semata sebagai perayaan keagamaan tahunan. Ia merupakan peristiwa iman yang mengandung pesan moral dan sosial yang relevan lintas waktu. Di penghujung 2025 dan menjelang Tahun Baru 2026, Natal menjadi momentum refleksi bersama tentang arah kehidupan manusia, kualitas relasi sosial, serta tanggung jawab kolektif dalam merawat kemanusiaan.
Bagi umat Kristiani, Natal adalah peringatan akan kehadiran Allah dalam sejarah manusia melalui jalan kesederhanaan. Kelahiran Yesus Kristus di Betlehem bukan hanya peristiwa teologis, melainkan simbol keberpihakan ilahi kepada mereka yang kecil, rapuh, dan terpinggirkan. Dalam konteks dunia yang terus berubah dan sarat ketegangan, makna ini tetap relevan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesan Natal 2025 Bapa Paus Leo XIV menegaskan kembali dimensi tersebut. Paus menempatkan Natal sebagai tanda harapan di tengah dunia yang diwarnai konflik bersenjata, krisis kemanusiaan, ketimpangan sosial, dan kelelahan moral. Menurut Paus, Allah hadir bukan jauh dari penderitaan manusia, tetapi justru di dalamnya.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe



