Pesan tersebut menggarisbawahi bahwa iman Kristiani tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab sosial. Iman, menurut Paus Leo XIV, harus mewujud dalam sikap konkret yang membela martabat manusia, memperjuangkan keadilan, dan menumbuhkan solidaritas. Tanpa itu, iman berisiko tereduksi menjadi ritual tanpa daya transformasi.
Dunia Global dalam Tekanan Krisis
Menjelang akhir 2025, dunia masih menghadapi berbagai krisis yang belum terselesaikan. Konflik geopolitik terus memicu penderitaan warga sipil. Krisis pengungsi berlangsung berkepanjangan. Ketimpangan ekonomi meningkat, sementara perubahan iklim memperparah kerentanan kelompok miskin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemajuan teknologi yang pesat tidak selalu diikuti oleh kemajuan etika dan solidaritas. Dalam banyak kasus, pertumbuhan ekonomi justru memperlebar jurang sosial. Dalam situasi ini, Natal berfungsi sebagai pengingat bahwa kemajuan tanpa nilai kemanusiaan berpotensi kehilangan arah.
Paus Leo XIV menilai dunia saat ini tidak kekurangan sumber daya, tetapi kekurangan empati dan keberanian moral. Natal, menurutnya, mengajak manusia untuk kembali melihat sesama bukan sebagai angka statistik, melainkan sebagai pribadi yang memiliki martabat.



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




