Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Frederikus Kepitang Dokeng Editor : Redaksi Dibaca 440 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paus Leo XIV menegaskan bahwa masa depan umat manusia ditentukan oleh pilihan moral hari ini: memilih dialog atau konflik, solidaritas atau eksklusi, kepedulian atau ketidakpedulian. Tahun Baru menjadi kesempatan untuk memperbarui komitmen terhadap kehidupan yang bermartabat.

Bagi Indonesia, tanggung jawab tersebut mencakup penguatan pendidikan, pelayanan kesehatan yang adil, serta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Kemajuan tidak semata diukur dari pertumbuhan angka, tetapi dari kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga :  Matinya Kepedulian Pemerintah terhadap Desa-Desa di Kabupaten Ende

Tahun Baru juga menjadi refleksi bagi para pemimpin publik. Kepemimpinan yang berakar pada nilai Natal adalah kepemimpinan yang melayani, mendengar, dan berpihak pada kepentingan bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penutup

Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mengingatkan bahwa nilai iman memiliki implikasi sosial yang nyata. Terang Natal tidak berhenti pada perayaan, tetapi harus tercermin dalam sikap dan kebijakan sepanjang tahun.

Baca Juga :  Sekolah Masa Depan, Investasi Flores Timur untuk Generasi Emas

Sebagaimana ditegaskan Paus Leo XIV dan diteguhkan oleh Gereja lokal Larantuka, perubahan tidak lahir dari kata-kata semata, melainkan dari tindakan nyata yang berlandaskan kasih dan tanggung jawab.

Berita Terkait

May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja
Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur
Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi
Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya
Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT
Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”
Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin
Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:02 WITA

PMKRI Ende Tolak Rencana Pembangunan Indomaret di Nangaroro, Soroti Nasib UMKM dan Transparansi Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:42 WITA

Dua Imam Baru Disambut Adat Lamaholot dan Tarian Hedung, Resmi Bertugas di Paroki Santo Yoseph Tanah Boleng

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:16 WITA

Pemkab Ende Percepat Program Strategis Nasional, 278 Koperasi Merah Putih hingga 75 Dapur MBG Disiapkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:20 WITA

Rekonsiliasi Tahap II Konflik Lewonara dan Dusun Bele Digelar, Pemkab Flores Timur Dorong Perdamaian Permanen

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:13 WITA

Pembongkaran Lapak di Pasar Alok : Ibu Yasinta Sebut Pembongkaran Secara Brutal dan Tidak Adil, Lapak Kami Diinjak Dihancurkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:29 WITA

Pakar Hukum Undana : Jika Terbukti Korupsi, Pengelola Program MBG dari Pusat hingga Daerah Harus Diproses

Senin, 25 Mei 2026 - 17:23 WITA

Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi

Senin, 25 Mei 2026 - 14:19 WITA

Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos

Berita Terbaru