Matinya Kepedulian Pemerintah terhadap Desa-Desa di Kabupaten Ende

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 14 Oktober 2025 - 16:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Niko Sanggu Editor : Redaksi Dibaca 444 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nikolaus Sanggu, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere

Nikolaus Sanggu, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere

Oleh : Niko Sanggu
Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere

Opini, – Di pelosok Kabupaten Ende, tepatnya di Desa Detuara, Tiwusora, dan kawasan Kota Baru, Kecamatan Lepkes, masyarakat kini hidup dalam kekecewaan mendalam. Akses jalan yang rusak dan terabaikan, layanan kesehatan yang minim, serta pendidikan yang jauh dari kata layak, menjadi potret buram wajah pembangunan di daerah yang sesungguhnya memiliki nilai sejarah luar biasa bagi Republik ini.

Baca Juga :  Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya

Masyarakat merasa diabaikan. Padahal, jalan yang baik bukan hanya sekadar infrastruktur fisik, melainkan urat nadi kehidupan ekonomi rakyat. Jalur itu menjadi penghubung utama bagi petani untuk membawa hasil bumi mereka ke pasar, bagi anak-anak untuk pergi ke sekolah, dan bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan. Ketika jalan dibiarkan rusak, sesungguhnya pemerintah sedang memutus urat nadi kehidupan masyarakatnya sendiri.

Lebih ironis lagi, kondisi pelayanan kesehatan di wilayah seperti Rutu Jeja, Detuara, Taniwoda, dan Tiwusora kian memperihatinkan. Fasilitas medis minim, tenaga kesehatan terbatas, dan akses menuju puskesmas amat sulit ditempuh.

Berita Terkait

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur
Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi
Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya
Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT
Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”
Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin
Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026
Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:11 WITA

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:23 WITA

Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:02 WITA

Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:52 WITA

Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:59 WITA

Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:22 WITA

Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026

Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:06 WITA

Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Jumat, 17 Oktober 2025 - 12:52 WITA

Menimbang Ulang Ambisi Bapak Presiden Prabowo Terbitkan Perpres tentang Olah Sampah Jadi Energi

Berita Terbaru