Matinya Kepedulian Pemerintah terhadap Desa-Desa di Kabupaten Ende

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 14 Oktober 2025 - 16:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Niko Sanggu Editor : Redaksi Dibaca 560 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nikolaus Sanggu, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere

Nikolaus Sanggu, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere

Oleh : Niko Sanggu
Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere

Opini, – Di pelosok Kabupaten Ende, tepatnya di Desa Detuara, Tiwusora, dan kawasan Kota Baru, Kecamatan Lepkes, masyarakat kini hidup dalam kekecewaan mendalam. Akses jalan yang rusak dan terabaikan, layanan kesehatan yang minim, serta pendidikan yang jauh dari kata layak, menjadi potret buram wajah pembangunan di daerah yang sesungguhnya memiliki nilai sejarah luar biasa bagi Republik ini.

Baca Juga :  TMI Ende Kukuhkan Korcam-Kordes Kota Baru, Serahkan Combine Harvester untuk Petani

Masyarakat merasa diabaikan. Padahal, jalan yang baik bukan hanya sekadar infrastruktur fisik, melainkan urat nadi kehidupan ekonomi rakyat. Jalur itu menjadi penghubung utama bagi petani untuk membawa hasil bumi mereka ke pasar, bagi anak-anak untuk pergi ke sekolah, dan bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan. Ketika jalan dibiarkan rusak, sesungguhnya pemerintah sedang memutus urat nadi kehidupan masyarakatnya sendiri.

Lebih ironis lagi, kondisi pelayanan kesehatan di wilayah seperti Rutu Jeja, Detuara, Taniwoda, dan Tiwusora kian memperihatinkan. Fasilitas medis minim, tenaga kesehatan terbatas, dan akses menuju puskesmas amat sulit ditempuh.

Berita Terkait

Propinsi Kepulauan Flores, Ketika Negara Membiarkan Ketimpangan Menjadi Persoalan Menahun
Nikolaus Sanggu: Bangsa Indonesia yang dibangsatkan oleh Bangsanya Sendiri
Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana
Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 07:42 WITA

Propinsi Kepulauan Flores, Ketika Negara Membiarkan Ketimpangan Menjadi Persoalan Menahun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:55 WITA

Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru