Masyarakat desa bukan menuntut berlebihan. Mereka hanya menuntut hak dasar: jalan yang layak, kesehatan yang manusiawi, dan pendidikan yang bermutu. Semua itu bukan hadiah, tetapi amanat konstitusi dan janji kemerdekaan.
Sebagai anak desa, kami rela naik gunung dan turun gunung demi mencapai tujuan. Tapi apakah perjuangan rakyat kecil ini akan terus dibiarkan sendiri tanpa arah dan tanpa dukungan dari mereka yang berkuasa?
Ende, sebagai “rahim” kelahiran Pancasila, seharusnya menjadi cermin keadilan sosial — bukan justru saksi bisu atas ketimpangan yang dibiarkan. Sudah saatnya pemerintah membuka mata dan hati, sebab keadilan bukan hanya janji, melainkan tanggung jawab moral dan konstitusional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




