Mgr. Fransiskus juga mengajak umat merayakan Natal dengan sikap saling memaafkan dan menumbuhkan harapan. Di tengah realitas Flores Timur dan Lembata yang kerap diuji oleh bencana alam dan keterbatasan ekonomi, Natal dipandang sebagai sumber kekuatan spiritual untuk bertahan dan bangkit.
Ia menekankan bahwa persaudaraan lintas iman merupakan wujud konkret kasih Kristiani. Perbedaan agama tidak boleh menjadi sumber konflik, melainkan peluang untuk membangun kerja sama demi kepentingan bersama. Pesan ini menegaskan pentingnya kohesi sosial dalam masyarakat majemuk.
Pesan Gereja lokal tersebut sejalan dengan pesan universal Paus Leo XIV. Keduanya menempatkan Natal sebagai panggilan untuk bertindak, bukan sekadar merayakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tahun Baru dan Tanggung Jawab Etis
Pergantian tahun kerap diisi dengan resolusi personal. Namun dalam perspektif refleksi Natal, Tahun Baru 2026 juga merupakan momentum tanggung jawab etis bersama. Pertanyaan utamanya bukan hanya apa yang ingin dicapai, tetapi nilai apa yang hendak dijaga.



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




