Korban dan Pelaku Kini Berada Dalam Satu Kubu

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Simon Welan Aktivis AMAN Editor : Redaksi Dibaca 2,233 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Yustina Yusmiati dan Pater Yosep Kusi SVD (Foto ; Simon Welan)

Keterangan foto: Yustina Yusmiati dan Pater Yosep Kusi SVD (Foto ; Simon Welan)

Dalam beberapa waktu lalu viral diberbagai media tentang kesaksian P. Yosep Kusi, SVD yang 100 % membela PT. Krisrama dan menuduh masyarakat di sekitar Patiahu/Hitohalok telah melakukan kekerasan terhadap dirinya dan bertindak destruktif terhadap barang milik Misi SVD di Patiahu.

Viral juga di berbagai media. Yustina Yusmiani, dengan lantang mereposisi dirinya. Dari sebelumnya 2014 berjuang bersama John Bala hingga memperoleh tanah yang ditempati sekarang ini. Kemudian berbalik menyerang John Bala dengan tuduhan Provokator, menghasut mereka untuk melawan Pemerintah dan Gereja demi memuaskan tuannya yang baru.

Baca Juga :  Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Pernyataan P. Pater Yosep Kusi, SVD

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tentang konflik HGU di Nanghale, P. Yosef Kusi, SVD mantan ekonom Seminari Tinggi Ledalero selama 8 tahun menjelaskan beberapa hal yang penulis kutip dari pernyataan yang viral diberbagai media, sebagai berikut:

Kami (Missi Patiahu) mau masuk pungut kelapa di dalam wilayah itu, kami yang justru diancam. Mereka dengan seenaknya menguasai kelapa – kelapa di wilayah tempat tinggal mereka.

Baca Juga :  Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati

Berita Terkait

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana
Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:26 WITA

Dari NTT untuk NTT, APS Kupang Buka Lapangan Kerja dan Bangun SDM Profesional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Gonzalo, Pergi Terlalu Cepat, Meninggalkan Cinta yang Begitu Dalam

Senin, 28 September 2026 - 21:44 WITA

Audit ISO 9001 dan MLC 2006 di Jakarta, Dr Karolus Ajak Putra-Putri NTT Berkarier di Kapal Pesiar

Sabtu, 19 September 2026 - 18:08 WITA

Melihat IKN dari Dekat: Dari Gagasan Besar Jokowi hingga Kota Masa Depan yang Mulai Terwujud

Kamis, 17 September 2026 - 13:27 WITA

Posko Peduli Gempa Flores Malang Raya Salurkan Bantuan Sembako Kloter II untuk Mahasiswa Terdampak Gempa

Minggu, 13 September 2026 - 07:09 WITA

Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban

Jumat, 11 September 2026 - 08:40 WITA

KRQA-SQC Gelar Audit ISO, ISM Code dan MLC 2006 di PT Trans Yeong Maritime

Kamis, 10 September 2026 - 23:25 WITA

Siklus Kekerasan di Papua Terus Berulang, Efektifkah Strategi Keamanan Pemerintah Prabowo

Berita Terbaru