Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Karolus Karni Lando Editor : Redaksi Dibaca 2 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

Oleh: Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA
CEO KRQA-SQC Certification Services

“Anak muda boleh melangkah jauh, tetapi jangan pernah meninggalkan adat dan kesantunan. Sebab dari sopan santun tumbuh kepercayaan, dan dari kepercayaan lahir kepemimpinan.”

OPINI, – Ada sesuatu yang menarik dari peristiwa yang terjadi di Alor. Peristiwa itu bukan semata tentang hadirnya perhatian pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terhadap persoalan masyarakat. Lebih dari itu, ada cerita tentang seorang anak muda yang mampu membuka pintu perhatian pemerintah melalui cara yang sederhana: berbicara dengan hati.

Namanya Dede Padama.

Ia bukan pejabat. Bukan anggota DPR. Bukan kepala daerah. Bahkan, ia baru memasuki semester pertama sebagai mahasiswa.

Namun, dari posisi yang sangat sederhana itu, Dede menunjukkan sesuatu yang tidak selalu dimiliki oleh mereka yang telah lama berkecimpung dalam dunia politik dan pemerintahan: kemampuan membaca situasi, memahami kepada siapa harus berbicara, mengetahui kapan harus menyampaikan aspirasi, serta memahami bagaimana menyampaikannya dengan santun.

Baca Juga :  Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Berita Terkait

Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja
Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur
Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:55 WITA

Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis

Kamis, 30 April 2026 - 20:23 WITA

May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja

Selasa, 14 April 2026 - 13:11 WITA

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Rabu, 1 April 2026 - 07:59 WITA

Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi

Berita Terbaru