Tidak harus menunggu memiliki gelar tinggi untuk belajar memimpin.
Kepemimpinan dapat dimulai dari hal yang sangat sederhana: peduli terhadap lingkungan sekitar, berani menyampaikan persoalan, mampu menghormati orang lain dan memiliki keberanian untuk memperjuangkan sesuatu yang diyakini benar.
Namun, keberanian itu harus berjalan bersama kesantunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebab keberanian tanpa kesantunan mudah berubah menjadi kesombongan. Pengetahuan tanpa kerendahan hati dapat melahirkan arogansi. Sedangkan kekuasaan tanpa kepedulian hanya akan menjauhkan pemimpin dari masyarakat.
Dede memberikan contoh kecil bahwa suara anak muda masih memiliki ruang untuk didengar.
Bukan karena ia memiliki jabatan.
Bukan karena ia memiliki kekuasaan.
Melainkan karena ia datang membawa kepedulian.
Dan mungkin, di situlah letak pelajaran terpenting dari peristiwa ini.
Pemimpin besar tidak selalu lahir dari mereka yang sejak awal berada di panggung kekuasaan.
Kadang-kadang, ia muncul dari seorang anak muda yang masih duduk di bangku kuliah, lalu suatu hari berdiri di hadapan orang besar, menyampaikan permohonan dengan suara santun, mata berkaca-kaca, dan berkata dari dalam hati:



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe



