Oleh : Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA
Tulisan Radar NTT berjudul “Ketika Adriano Padama ‘Mengambil Alih’ Peran Anggota Dewan” menurut saya merupakan kritik demokrasi yang penting. Tulisan tersebut layak menjadi bahan refleksi, bukan hanya bagi anggota DPR RI yang mewakili Nusa Tenggara Timur, tetapi juga bagi masyarakat sebagai pemegang mandat demokrasi.
Saya justru ingin memberikan apresiasi kepada Adriano Padama, mahasiswa asal Alor, yang berani menyampaikan persoalan harga beras di daerahnya secara langsung kepada Menteri Pertanian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberanian tersebut menunjukkan bahwa masyarakat, terutama generasi muda, tidak boleh diam ketika berhadapan dengan persoalan yang menyangkut kehidupan rakyat.
Namun, dari peristiwa tersebut muncul pertanyaan yang jauh lebih besar
Mengapa persoalan rakyat harus terlebih dahulu disampaikan oleh seorang mahasiswa kepada seorang menteri, sementara kita memiliki anggota DPR RI yang memang memperoleh mandat dari rakyat untuk menyerap aspirasi, memperjuangkan kepentingan masyarakat, sekaligus menjalankan fungsi pengawasan?



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




