Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA Editor : Redaksi Dibaca 152 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

Oleh ; Dr. Ir Karolus Karni Lando, MBA

Opini, – Penganugerahan gelar adat “Raja Timur” kepada Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, merupakan sebuah peristiwa yang sarat makna. Di tengah keberagaman budaya yang hidup di Pulau Timor, penghormatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni adat, melainkan mencerminkan penghargaan masyarakat terhadap seorang pemimpin yang dinilai telah meninggalkan jejak pembangunan dan perhatian bagi kawasan Indonesia Timur.

Baca Juga :  Pengembangan Geothermal di Flores, Mencari Titik Temu untuk Kepentingan Bersama

Dalam tradisi masyarakat Timor, gelar adat bukanlah penghargaan yang diberikan secara sembarangan. Gelar tersebut lahir dari pertimbangan para pemangku adat dan para raja yang memegang otoritas budaya di wilayahnya. Karena itu, penganugerahan gelar “Raja Timur” dapat dipandang sebagai bentuk pengakuan moral dan budaya yang memiliki nilai simbolis tinggi.

Penghormatan itu datang dari para raja dan tokoh adat yang mewakili berbagai kerajaan bersejarah di Pulau Timor, di antaranya Kerajaan Sonbai, Kerajaan Kupang, Kerajaan Amarasi, Kerajaan Amfoang, Kerajaan Taebenu, Kerajaan Amanuban, Kerajaan Amanatun, Kerajaan Mollo, serta perwakilan kerajaan dari Belu, Nenuk, Tasifeto, Malaka, Insana, Beboki, dan Miomaffo. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa penghormatan tersebut merupakan representasi dari berbagai komunitas adat yang memiliki akar sejarah panjang di Pulau Timor.

Baca Juga :  May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja

Berita Terkait

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana
Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja
Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:58 WITA

Akses Jalan Pascagempa di Ndona Kembali Terbuka, Polres Ende Gerak Cepat Bantu Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:46 WITA

Ganjar Pranowo Kunjungi Warga Terdampak Gempa di Dhawe, Bawa Bantuan dan Tim Medis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:21 WITA

Pasca Gempa, Warga Ulu Pulu 1 Mengaku Belum Terima Bantuan: “Pak Presiden Prabowo, Jangan Lupa Kami”

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:58 WITA

HUT ke-81 RI di Ile Boleng, Semangat Kemerdekaan Didorong Jadi Energi Pembangunan

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:15 WITA

TMI Ende Kukuhkan Korcam-Kordes Kota Baru, Serahkan Combine Harvester untuk Petani

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:00 WITA

Satlantas Polres Ende Gandeng Forum LLAJ, Petakan Titik Rawan Kecelakaan dan Siapkan Langkah Pencegahan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:45 WITA

Riung Punya Jati Diri Sendiri, Yohanes Paulus Lendes Tolak Nama Festival Komodo Riung

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:51 WITA

Front Mahasiswa Flores Desak Polres Sikka Tuntaskan Kasus Dugaan Persetubuhan Anak yang Mandek Sejak 2022

Berita Terbaru