Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA Editor : Redaksi Dibaca 215 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

Bagi banyak masyarakat Nusa Tenggara Timur, pembangunan tidak hanya diukur dari angka-angka statistik, tetapi juga dari perubahan yang benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Selama masa pemerintahan Joko Widodo, berbagai proyek infrastruktur dibangun di NTT, mulai dari jalan nasional, jembatan, bendungan, pelabuhan, bandara, sistem penyediaan air bersih, hingga pengembangan kawasan pariwisata dan peningkatan konektivitas antarwilayah. Berbagai pembangunan tersebut dipandang telah membuka akses ekonomi, mempercepat mobilitas masyarakat, serta menghadirkan peluang baru bagi pertumbuhan daerah.

Baca Juga :  Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana

Dalam perspektif budaya Timor, seorang pemimpin dihormati bukan semata karena jabatan yang pernah diembannya, melainkan karena kepedulian, kehadiran, dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Nilai-nilai inilah yang tampaknya menjadi dasar penghormatan adat kepada Joko Widodo. Gelar “Raja Timur” tidak dimaksudkan sebagai simbol kekuasaan politik ataupun status pemerintahan, melainkan sebagai lambang persaudaraan, penghormatan, dan ungkapan terima kasih dari masyarakat adat kepada sosok yang dinilai memberikan perhatian bagi wilayah Timur Indonesia.

Baca Juga :  Siprianus Doi Resmi Pimpin DPC SOKSI Ende, Siap Konsolidasi dan Bentuk Struktur Kepengurusan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Propinsi Kepulauan Flores, Ketika Negara Membiarkan Ketimpangan Menjadi Persoalan Menahun
Nikolaus Sanggu: Bangsa Indonesia yang dibangsatkan oleh Bangsanya Sendiri
Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana
Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 07:42 WITA

Propinsi Kepulauan Flores, Ketika Negara Membiarkan Ketimpangan Menjadi Persoalan Menahun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:55 WITA

Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru