Lebih jauh, penganugerahan tersebut juga menunjukkan bahwa adat dan budaya tetap memiliki ruang penting dalam kehidupan berbangsa. Masyarakat adat memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan penghargaan kepada tokoh yang dianggap berjasa, sekaligus menegaskan bahwa pembangunan akan selalu memiliki makna lebih dalam ketika mampu menyentuh kehidupan masyarakat secara nyata.
Pada akhirnya, gelar “Raja Timur” menjadi simbol hubungan emosional antara masyarakat adat Timor dan Joko Widodo. Terlepas dari berbagai pandangan yang mungkin berkembang di ruang publik, penghormatan adat tersebut merupakan bagian dari ekspresi budaya yang mencerminkan rasa hormat, persaudaraan, dan apresiasi atas kontribusi yang dinilai telah membawa perubahan bagi Nusa Tenggara Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




