Siklus Kekerasan di Papua Terus Berulang, Efektifkah Strategi Keamanan Pemerintah Prabowo

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 23:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Tim Editor : Redaksi Dibaca 96 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jemsnere Koordinator DPD Gardan Pemuda Gibran Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur

Jemsnere Koordinator DPD Gardan Pemuda Gibran Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur

JAKARTA BARAT – Konflik dan kekerasan bersenjata di Papua kembali menjadi perhatian publik. Meski pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki kekuatan militer yang jauh lebih besar dibanding kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah tersebut, insiden kekerasan masih terus terjadi dan menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas strategi yang diterapkan selama ini.

Baca Juga :  Gonzalo, Pergi Terlalu Cepat, Meninggalkan Cinta yang Begitu Dalam

Sejumlah kalangan menilai bahwa pendekatan keamanan yang selama ini mengandalkan penempatan pasukan dalam jumlah besar belum sepenuhnya mampu menyelesaikan akar persoalan konflik di Papua.

Berdasarkan laporan investigasi yang dipublikasikan Project Multatuli, jumlah aparat keamanan yang ditempatkan di Papua mencapai sekitar 74.297 personel. Dari jumlah tersebut, sekitar 17.780 personel merupakan pasukan non-organik atau Bantuan Kendali Operasi (BKO).

Penempatan aparat dalam jumlah besar tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran operasi hingga Rp2,34 triliun per tahun. Dengan kondisi itu, tingkat kepadatan aparat keamanan di Papua disebut mencapai enam kali lipat dibanding rata-rata nasional.

Berita Terkait

Dari NTT untuk NTT, APS Kupang Buka Lapangan Kerja dan Bangun SDM Profesional
Gonzalo, Pergi Terlalu Cepat, Meninggalkan Cinta yang Begitu Dalam
Silaturahmi ke Kediaman Jokowi, Karolus Lando Sampaikan Ucapan Ultah untuk Iriana dan Gibran
Audit ISO 9001 dan MLC 2006 di Jakarta, Dr Karolus Ajak Putra-Putri NTT Berkarier di Kapal Pesiar
Melihat IKN dari Dekat: Dari Gagasan Besar Jokowi hingga Kota Masa Depan yang Mulai Terwujud
Posko Peduli Gempa Flores Malang Raya Salurkan Bantuan Sembako Kloter II untuk Mahasiswa Terdampak Gempa
Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban
KRQA-SQC Gelar Audit ISO, ISM Code dan MLC 2006 di PT Trans Yeong Maritime
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:26 WITA

Dari NTT untuk NTT, APS Kupang Buka Lapangan Kerja dan Bangun SDM Profesional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Gonzalo, Pergi Terlalu Cepat, Meninggalkan Cinta yang Begitu Dalam

Senin, 28 September 2026 - 21:44 WITA

Audit ISO 9001 dan MLC 2006 di Jakarta, Dr Karolus Ajak Putra-Putri NTT Berkarier di Kapal Pesiar

Sabtu, 19 September 2026 - 18:08 WITA

Melihat IKN dari Dekat: Dari Gagasan Besar Jokowi hingga Kota Masa Depan yang Mulai Terwujud

Kamis, 17 September 2026 - 13:27 WITA

Posko Peduli Gempa Flores Malang Raya Salurkan Bantuan Sembako Kloter II untuk Mahasiswa Terdampak Gempa

Minggu, 13 September 2026 - 07:09 WITA

Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban

Jumat, 11 September 2026 - 08:40 WITA

KRQA-SQC Gelar Audit ISO, ISM Code dan MLC 2006 di PT Trans Yeong Maritime

Kamis, 10 September 2026 - 23:25 WITA

Siklus Kekerasan di Papua Terus Berulang, Efektifkah Strategi Keamanan Pemerintah Prabowo

Berita Terbaru