UGM Beri Perlindungan Ketua BEM Tiyo Ardianto Usai Teror WhatsApp dan Dugaan Penguntitan

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Tim Editor : Redaksi Dibaca 506 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto

Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto

YOGYAKARTA, – Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan perlindungan penuh kepada Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, Tiyo Ardianto, setelah menerima teror pesan ancaman melalui WhatsApp dan mengalami dugaan penguntitan oleh dua pria tak dikenal sejak awal Februari 2026.

Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, menegaskan bahwa pimpinan universitas telah berkomunikasi langsung dengan Tiyo dan mengambil langkah pengamanan.

Baca Juga :  Analisis Keterlibatan Kompol Kosmas Kaju Gae dalam Insiden Pejompongan

Kampus menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk melakukan pemantauan serta memastikan keselamatan mahasiswa Fakultas Filsafat tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada prinsipnya, atas nama institusi dan berdasarkan konstitusi, UGM berkewajiban melindungi seluruh civitas akademika dari ancaman atau teror yang berasal dari mana pun,” ujar Andi dalam keterangan resmi, Minggu (15/2/2026).

Baca Juga :  Simak Kisah Inspiratif Karolus Karni Lando, Alumni MBA ITB yang Mendunia

Tiyo membenarkan adanya koordinasi intensif dengan pihak kampus. Namun, ia belum merinci bentuk perlindungan yang diberikan.

Teror Pesan dan Dugaan Penguntitan

Teror bermula pada Senin (9/2/2026) ketika Tiyo menerima sejumlah pesan ancaman dari nomor asing melalui WhatsApp. Beberapa pesan bernada intimidatif antara lain “Agen asing”, “Culik mau?”, hingga tudingan dan hinaan pribadi. Setidaknya enam nomor berbeda mengirimkan pesan serupa, meski tidak ditanggapi oleh Tiyo.

Baca Juga :  Audit ISO 9001 dan MLC 2006 di Jakarta, Dr Karolus Ajak Putra-Putri NTT Berkarier di Kapal Pesiar

Berita Terkait

Dari NTT untuk NTT, APS Kupang Buka Lapangan Kerja dan Bangun SDM Profesional
Gonzalo, Pergi Terlalu Cepat, Meninggalkan Cinta yang Begitu Dalam
Silaturahmi ke Kediaman Jokowi, Karolus Lando Sampaikan Ucapan Ultah untuk Iriana dan Gibran
Audit ISO 9001 dan MLC 2006 di Jakarta, Dr Karolus Ajak Putra-Putri NTT Berkarier di Kapal Pesiar
Melihat IKN dari Dekat: Dari Gagasan Besar Jokowi hingga Kota Masa Depan yang Mulai Terwujud
Posko Peduli Gempa Flores Malang Raya Salurkan Bantuan Sembako Kloter II untuk Mahasiswa Terdampak Gempa
Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban
KRQA-SQC Gelar Audit ISO, ISM Code dan MLC 2006 di PT Trans Yeong Maritime
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:26 WITA

Dari NTT untuk NTT, APS Kupang Buka Lapangan Kerja dan Bangun SDM Profesional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Gonzalo, Pergi Terlalu Cepat, Meninggalkan Cinta yang Begitu Dalam

Senin, 28 September 2026 - 21:44 WITA

Audit ISO 9001 dan MLC 2006 di Jakarta, Dr Karolus Ajak Putra-Putri NTT Berkarier di Kapal Pesiar

Sabtu, 19 September 2026 - 18:08 WITA

Melihat IKN dari Dekat: Dari Gagasan Besar Jokowi hingga Kota Masa Depan yang Mulai Terwujud

Kamis, 17 September 2026 - 13:27 WITA

Posko Peduli Gempa Flores Malang Raya Salurkan Bantuan Sembako Kloter II untuk Mahasiswa Terdampak Gempa

Minggu, 13 September 2026 - 07:09 WITA

Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban

Jumat, 11 September 2026 - 08:40 WITA

KRQA-SQC Gelar Audit ISO, ISM Code dan MLC 2006 di PT Trans Yeong Maritime

Kamis, 10 September 2026 - 23:25 WITA

Siklus Kekerasan di Papua Terus Berulang, Efektifkah Strategi Keamanan Pemerintah Prabowo

Berita Terbaru