Tak hanya itu, Tiyo juga mengaku sempat dikuntit dua pria bertubuh tegap yang memotretnya dari kejauhan. Ketika dikejar, kedua orang tersebut langsung menghilang.
Hingga kini, aparat kepolisian belum mengungkap pelaku di balik teror tersebut.
Berkaitan dengan Surat Terbuka ke UNICEF?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Insiden ini terjadi tak lama setelah BEM UGM mengirim surat terbuka kepada UNICEF pada Jumat (6/2/2026). Dalam surat itu, BEM UGM menyoroti ironi kebijakan anggaran di Indonesia, termasuk kasus seorang anak di Ngada, NTT, yang diduga mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli perlengkapan sekolah.
Surat tersebut juga mengkritisi rencana anggaran pemerintah, termasuk wacana iuran Board of Peace (BoP) yang dikaitkan dengan Donald Trump, serta besarnya alokasi dana untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026.
Meski belum ada bukti langsung yang mengaitkan teror dengan surat terbuka tersebut, waktu kejadian memunculkan spekulasi di ruang publik.
Komitmen Perlindungan Akademik
UGM menegaskan komitmennya untuk melindungi kebebasan akademik dan keamanan mahasiswa. Pihak kampus menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum guna memastikan situasi tetap kondusif.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe



