Bukan Pejabat, tetapi Membawa Suara Masyarakat
Dede datang tanpa jabatan politik.
Ia tidak membawa kewenangan formal. Ia tidak memiliki kendaraan birokrasi. Ia juga tidak sedang berbicara atas nama sebuah lembaga negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, justru di situlah kekuatannya.
Ia berbicara dengan bahasa yang santun. Ia memahami siapa yang sedang diajak berbicara. Ia mampu menyampaikan persoalan dengan cara yang mudah dipahami. Dan yang tidak kalah penting, ia menunjukkan bahwa apa yang disampaikannya bukan semata kepentingan pribadi.
Ada kepedulian terhadap masyarakat Alor.
Air mata yang keluar ketika menyampaikan aspirasi juga bukan sekadar sebuah ekspresi emosional. Bagi banyak orang, air mata itu dapat dibaca sebagai simbol bahwa persoalan yang dibawanya memiliki tempat yang nyata di dalam dirinya.
Ada kegelisahan.
Ada rasa memiliki.
Ada kecemasan melihat persoalan masyarakat.
Dan ada harapan agar pemerintah hadir memberikan solusi.
Seorang menteri tentu telah bertemu dengan begitu banyak orang. Setiap hari berbagai kelompok masyarakat, pejabat, pengusaha, politisi, tokoh daerah, organisasi dan berbagai kepentingan datang menyampaikan aspirasi.



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe



