Lobi Dede kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, akhirnya membuahkan hasil yang kemudian dirasakan masyarakat Alor. Perhatian pemerintah pusat terhadap persoalan yang disampaikan Dede menunjukkan bahwa aspirasinya tidak berhenti sebagai keluhan atau permintaan biasa.
Suara seorang mahasiswa muda ternyata dapat menggerakkan perhatian pemerintah.
Dinamika berikutnya bahkan memperlihatkan bagaimana pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ikut memberikan respons. Wakil Gubernur NTT hadir di Alor di luar jadwal kunjungan yang sebelumnya direncanakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tentu, ini bukan sesuatu yang sederhana.
Para pemimpin daerah di Alor, tokoh masyarakat, birokrat, anggota legislatif, maupun orang-orang Alor yang selama ini berada di berbagai penjuru Indonesia memiliki kapasitas dan jaringan masing-masing. Mereka tentu memiliki cara sendiri untuk memperjuangkan kepentingan daerah.
Tetapi peristiwa Dede memberikan sebuah pelajaran yang patut direnungkan.
Kadang-kadang bukan siapa yang paling tinggi jabatannya yang paling cepat didengar, melainkan siapa yang mampu menyampaikan suara masyarakat dengan ketulusan dan cara yang tepat.



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe



