Gubernur NTT Dukung Konservasi Laut, Hiu Tikus Alor Aman?

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 25 Juli 2025 - 20:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Kepitang Dokeng Editor : Redaksi Dibaca 678 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTT Melki Laka Lena beraudiensi dengan Tim Thresher Shark Indonesia (TSI)

Gubernur NTT Melki Laka Lena beraudiensi dengan Tim Thresher Shark Indonesia (TSI)

KUPANG, LIPUTANFLORES.COM, – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara tegas menyatakan dukungan terhadap upaya konservasi laut yang digerakkan Thresher Shark Indonesia (TSI).

Kepada perwakilan TSI, Gubernur menyebut model pendekatan TSI sebagai contoh ideal dalam pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi pesisir.

“Anak-anak muda ini luar biasa. Pemerintah provinsi akan dukung penuh, termasuk pendidikan konservasi dan pengembangan UMKM serta ekowisata,” ujar Gubernur Melki dalam audiensi di ruang kerjanya.

Program Manager TSI, Yodhikson Marvelous Bang, mengungkap penurunan tajam perburuan Hiu Tikus (Alopias pelagicus) di Alor dan Flores Timur: dari 300 ekor menjadi hanya 20–30 ekor per tahun. Strateginya? Edukasi dan alih profesi.

“Nelayan kini fokus menangkap tuna, sementara ibu-ibu mengembangkan produk lokal seperti abon tuna, granola jagung titi, hingga tenun bermotif Hiu Tikus,” jelas Yodhikson.

Baca Juga :  Pemprov NTT Bahas Dampak Batas 30 Persen Belanja Pegawai, Pengurangan P3K Jadi Opsi Terakhir

TSI juga mengembangkan kurikulum konservasi laut di 15 sekolah, dengan target ekspansi ke lima sekolah tambahan. Gubernur pun diminta mendukung sarana belajar seperti alat peraga dan modul ajar.

Berita Terkait

Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian
Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang
Warga Mengungsi Akibat Konflik Sosial, Dinsos Ende Serahkan Bantuan Kemanusiaan
Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang
Konflik Susulan di Adonara Timur Pecah, Sembilan Rumah Warga Dusun Bele Terbakar
Wabup Flores Timur Tetapkan Status Gempa Beralih ke Masa Transisi Pemulihan
Fungsionaris Adat Nggorang Jadi Sorotan Setelah Dua Alas Hak SHM Keranga Terungkap
Ramang Ishaka dan Muhamad Syair Beri Klarifikasi, Irjen Pol (P) I Wayan Sukawinaya Sampaikan Catatan Kritis
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:50 WITA

Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:17 WITA

Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:45 WITA

Warga Mengungsi Akibat Konflik Sosial, Dinsos Ende Serahkan Bantuan Kemanusiaan

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:31 WITA

Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:53 WITA

Konflik Susulan di Adonara Timur Pecah, Sembilan Rumah Warga Dusun Bele Terbakar

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:59 WITA

Fungsionaris Adat Nggorang Jadi Sorotan Setelah Dua Alas Hak SHM Keranga Terungkap

Senin, 4 Mei 2026 - 13:41 WITA

Ramang Ishaka dan Muhamad Syair Beri Klarifikasi, Irjen Pol (P) I Wayan Sukawinaya Sampaikan Catatan Kritis

Selasa, 28 April 2026 - 12:23 WITA

Nelayan Flores Timur Hilang di Perairan Lamawohong, Tim Gabungan BPBD dan Basarnas Lakukan Pencarian

Berita Terbaru