Korban dan Pelaku Kini Berada Dalam Satu Kubu

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Simon Welan Aktivis AMAN Editor : Redaksi Dibaca 1,995 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Yustina Yusmiati dan Pater Yosep Kusi SVD (Foto ; Simon Welan)

Keterangan foto: Yustina Yusmiati dan Pater Yosep Kusi SVD (Foto ; Simon Welan)

Rangkuman pernyataan beliau yang disampaikan melalui voice note WhatsApp-nya pada Rabu, 12 Februari dan pada Juma’t, 14 Pebruari 2025 yang dapat disimak sebagai berikut:

Tiba – tiba satu siang Justina (Yustina Yusmiani) datang dan menceritakan kasus itu, bahwa mereka menebang 30 pohon kelapa dan pohon jati. Justina mengatakan: “hal itu sengaja mereka lakukan, supaya cepat selesai urusan tanah itu”.

Baca Juga :  Sekolah Masa Depan, Investasi Flores Timur untuk Generasi Emas

Setelah itu mereka diproses di Kepolisian atas laporan dari pihak Patiahu. Jumlah mereka ada 31 orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah mereka dilaporkan dan berurusan dengan pihak Kepolisian, mereka pernah pergi minta bantuan kepada Sius Nadus (Ketua PH AMAN Daerah Flores Bagian Timur saat itu), tapi Sius Nadus malah mengata – ngatain mereka dengan mengatakan: kamu pencuri, ngapain saya harus membantu kamu.

Baca Juga :  Menimbang Ulang Ambisi Bapak Presiden Prabowo Terbitkan Perpres tentang Olah Sampah Jadi Energi

Sama halnya juga ketika mereka pergi ke Tana Pu’an Leo, Tana Pu’an juga tidak mau membantu menanggapi kerena mereka melakukan semua itu atas kehendak sendiri.

Mereka juga pernah ke John Bala, tapi John Bala bilang dia tidak mau urus. Kamu lakukan sendiri tanpa kesepakatan bersama. Jadi biar sudah kamu urus sendiri.

Baca Juga :  Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Berita Terkait

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur
Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi
Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya
Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT
Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”
Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin
Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026
Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:11 WITA

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:23 WITA

Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:02 WITA

Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:52 WITA

Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:59 WITA

Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:22 WITA

Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026

Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:06 WITA

Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Jumat, 17 Oktober 2025 - 12:52 WITA

Menimbang Ulang Ambisi Bapak Presiden Prabowo Terbitkan Perpres tentang Olah Sampah Jadi Energi

Berita Terbaru