Maka, ketika publik mengkritik bahwa isi tulisan tersebut tidak mencerminkan kedalaman gelar yang disandang, itu adalah Kritik Intelektual, bukan serangan privasi. Semisal menilai kualitas masakan seorang koki bukan berarti menyerang urusan rumah tangganya; menilai kualitas nalar seorang pendidik bukan berarti mengusik kehidupan pribadinya.
Ruang Publik: Arena Gagasan, Bukan Ruang Curhat Penting bagi publik untuk memahami bahwa ketika seseorang melayangkan opini di media massa, ia sedang melakukan Eksistensi Intelektual. Sejak saat itu, pikirannya menjadi milik publik untuk diuji, dikuliti, bahkan dibantah. Serangan privasi adalah jika kita mengulas masalah keluarga, hobi, atau latar belakang personal yang tidak ada hubungannya dengan isu Ndao.
Namun, ketika kita menyerang kegagalan nalar saudara Lon Segi dalam memahami mitigasi bencana atau keadilan spasial, kita sedang menjalankan fungsi kontrol sosial. Menarik perdebatan substansial ke ranah “perasaan tersudut” adalah bentuk pelarian intelektual (intellectual escape) dari ketidakmampuan menjawab argumen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




