Bahaya Subjektivitas dalam Kebijakan Publik Penilaian subjektif saudara Lon Segi yang merasa diserang secara personal justru mengaburkan substansi penderitaan rakyat Ndao. Inilah yang disebut Kerdilnya Nalar Kritis. Kita sedang bicara soal nasib piring nasi rakyat, soal hukum yang tebang pilih, dan soal sejarah pembiaran 15 tahun. Mengalihkan isu ini menjadi drama “kenyamanan pribadi” adalah tindakan yang sangat tidak etis di tengah ancaman penggusuran yang nyata bagi warga Ndao.
Edukasi untuk Publik Ende
Melalui tulisan ini, saya ingin mengajak publik Kabupaten Ende untuk cerdas dalam berpendapat. Jangan biarkan pejabat atau intelektual berlindung di balik kata “menyerang pribadi” saat mereka gagal mempertanggungjawabkan argumennya. Kritik yang sehat adalah yang mampu membedah “Apa yang dikatakan”, bukan “Siapa yang mengatakan”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, jika “Siapa yang mengatakan” itu membawa-bawa otoritas gelar untuk membenarkan ketidakadilan, maka otoritas itulah yang harus kita preteli hingga terlihat isi nalar yang sebenarnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




