Kekerasan Seksual Mendominasi Kasus Pelanggaran HAM
Isu pelanggaran HAM diperkuat oleh data dari mitra diskusi, Sr. Maria Imakulata, SH., Koordinator Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F). Sr. Ika memaparkan bahwa kasus yang diadvokasi TRUK-F di Kabupaten Sikka cenderung meningkat dari tahun ke tahun: 111 korban pada 2022, 94 korban pada 2023, dan melonjak menjadi 123 korban pada tahun 2024.
Dari keseluruhan kasus, Sr. Ika menegaskan bahwa kasus kekerasan seksual menjadi yang paling menonjol, diikuti oleh Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), KDRT, dan kekerasan dalam pacaran.
TRUK-F menghadapi berbagai kendala dalam penanganan, seperti beban psikologis korban dan keluarga yang cenderung tertutup, serta adanya perbedaan perspektif antara penegak hukum (Penegak HAM) dan pegiat HAM. Untuk itu, Sr. Ika berharap pemerintah dan masyarakat Sikka dapat meningkatkan kepeduliannya terhadap pencegahan dan penanganan kasus HAM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Rektor UNIPA Maumere, Dr. Jonas K.G.D Gobang, S.Fil., MA., menegaskan bahwa seminar ini adalah wujud komitmen UNIPA sebagai ‘Kampus Berdampak’.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




