MAUMERE – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dr. Andreas Hugo Parera (AHP), menyerukan kepada seluruh warga Kabupaten Sikka untuk memperkuat kesadaran etis terhadap isu Hak Asasi Manusia (HAM). Ajakan ini ia sampaikan dalam sebuah seminar bertajuk “Masyarakat Sadar HAM Melalui Implementasi P5HAM” yang diselenggarakan di Aula Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere, Senin, 6 Oktober 2025.
Di hadapan peserta, AHP menyoroti bahwa maraknya pelanggaran HAM adalah sebuah anomali sosial yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Kesenjangan pemahaman HAM di masyarakat, terutama pada kelompok berpendidikan rendah, dan sikap apatis menjadi faktor utama penyebab tingginya kasus.
Lebih lanjut, AHP mengkritik penegakan hukum yang dinilainya belum optimal. Ia menyebut fenomena ‘No Viral No Justice’, di mana kasus-kasus pelanggaran HAM kerap diredam dan baru ditindaklanjuti setelah menjadi viral di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi kondisi ini, AHP mengajak masyarakat untuk lebih proaktif mengawasi dan menyuarakan pelanggaran HAM di sekitar mereka, termasuk memanfaatkan ruang digital sebagai sarana kontrol sosial yang efektif.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




