Perkawinan Dalam Perspektif, Gereja, Pemerintah dan Budaya

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 15 Desember 2024 - 10:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 487 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Diskusi dengan tema : Perkawinan dalam Perspektif Gereja, Pemerintah, dan Budaya (Adat) serta Dampaknya bagi Kehidupan Keluarga dan Sosial Kemasyarakatan” yang digelar di Stasi Mbomba, Paroki Santa Maria Worhonio/Ket : Foto : Arnold Dewa

Peserta Diskusi dengan tema : Perkawinan dalam Perspektif Gereja, Pemerintah, dan Budaya (Adat) serta Dampaknya bagi Kehidupan Keluarga dan Sosial Kemasyarakatan” yang digelar di Stasi Mbomba, Paroki Santa Maria Worhonio/Ket : Foto : Arnold Dewa

LIPUTANFLORES.COM|ENDE, – Diskusi bertema “Perkawinan dalam Perspektif Gereja, Pemerintah, dan Budaya (Adat) serta Dampaknya bagi Kehidupan Keluarga dan Sosial Kemasyarakatan” yang digelar di Stasi Mbomba, Paroki Santa Maria Worhonio, Ende, pada Sabtu, 14 Desember 2024, menjadi momentum penting dalam membahas isu perkawinan secara holistik.

Hadirnya berbagai pihak seperti Disdukcapil Ende, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat adat menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan pemahaman yang lebih mendalam tentang institusi perkawinan sebagai pondasi keluarga dan masyarakat harmonis.

Baca Juga :  Gubernur NTT Buka Rekening di Bank NTT, Dorong Transformasi Tanpa Intervensi Politik

Kepala Disdukcapil Ende, Lambertus Sigasare, menekankan pentingnya pencatatan perkawinan sesuai aturan negara demi memberikan perlindungan hukum bagi keluarga, khususnya anak-anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga memaparkan kebijakan strategis terkait dokumen kependudukan, seperti KTP-el, kartu keluarga, akta kelahiran, dan akta perkawinan, yang menjadi syarat penting untuk mengakses layanan publik.

Baca Juga :  Pemkab Sikka Perketat Pengawasan Pasar, Cegah Peredaran Daging Ternak Terinfeksi ASF

Sementara itu, perwakilan gereja, RD Efraim Pea dan RD Aldofus Keo, menyoroti nilai spiritual dan moral perkawinan, sedangkan tokoh adat menekankan pentingnya pelestarian tradisi yang sejalan dengan hukum negara.

Berita Terkait

Camat Detukeli Soroti Infrastruktur Dasar, Minta Pemkab Ende Serius Benahi Jalan Antar-Kecamatan
Perempuan Lansia Jadi Korban Kekerasan, Komnas Perempuan Soroti Tuntutan 5 Bulan Penjara
Mengenang Gonzalo Gratianus Muga Sada, Sahabat Seperjuangan dan Saudara dalam Pengabdian
Pengurus Kwarran Pramuka Ile Boleng 2026-2029 Dilantik, Wabup Flotim Tekankan Pengabdian
Parlan Lamakraja Adukan Polemik Facebook ke Polres Flotim, Serahkan Bukti Elektronik
BEM dan BLM Uniflor Ende Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia Korban Gempa di Mukusaki
Garda Pemuda Gibran Ende Sebut Pemimpin Kerja Nyata Jadi Kebutuhan Indonesia Saat Ini
Pengadaan 700 Sapi Dipangkas Jadi 150 Ekor, PRIMA Flores Timur Ingatkan Risiko Hukum
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:26 WITA

Dari NTT untuk NTT, APS Kupang Buka Lapangan Kerja dan Bangun SDM Profesional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Gonzalo, Pergi Terlalu Cepat, Meninggalkan Cinta yang Begitu Dalam

Senin, 28 September 2026 - 21:44 WITA

Audit ISO 9001 dan MLC 2006 di Jakarta, Dr Karolus Ajak Putra-Putri NTT Berkarier di Kapal Pesiar

Sabtu, 19 September 2026 - 18:08 WITA

Melihat IKN dari Dekat: Dari Gagasan Besar Jokowi hingga Kota Masa Depan yang Mulai Terwujud

Kamis, 17 September 2026 - 13:27 WITA

Posko Peduli Gempa Flores Malang Raya Salurkan Bantuan Sembako Kloter II untuk Mahasiswa Terdampak Gempa

Minggu, 13 September 2026 - 07:09 WITA

Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban

Jumat, 11 September 2026 - 08:40 WITA

KRQA-SQC Gelar Audit ISO, ISM Code dan MLC 2006 di PT Trans Yeong Maritime

Kamis, 10 September 2026 - 23:25 WITA

Siklus Kekerasan di Papua Terus Berulang, Efektifkah Strategi Keamanan Pemerintah Prabowo

Berita Terbaru