Cipayung Plus Desak Bubarkan TP2D, Bupati Ende ; TP2D Tetap Penting

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 4 September 2025 - 13:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 447 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Ende Yoseph Benediktus Badeoda Ketika menerima massa Aksi dari Cipayung Plus

Bupati Ende Yoseph Benediktus Badeoda Ketika menerima massa Aksi dari Cipayung Plus

ENDE, – Desakan keras datang dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende agar Bupati Ende, Tote Badeoda, segera membubarkan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D).

Dalam aksi damai yang digelar aliansi Cipayung Plus pada Kamis, 4 September 2025, Ketua PMKRI Ende Marselino Erlan Le’u menilai TP2D gagal menunjukkan kontribusi nyata terhadap pembangunan di kabupaten Ende.

Baca Juga :  KSP Pintu Air Cabang Ndona & Ende gelar Pra RAT, Persiapan Jelang RAT Mei Mendatang

“Keberadaan TP2D tidak memberi dampak signifikan. Anggotanya pun tidak memiliki kompetensi memadai di bidang masing-masing, sehingga justru membebani program bupati,” tegas Erlan saat berorasi di depan Kantor Bupati Ende.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Bupati Ende Tote Badeoda punya pandangan berbeda. Ia menilai TP2D tetap penting karena dinilai lebih objektif dalam mendorong program prioritas pembangunan.

Baca Juga :  Peringati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Jurnalis Perempuan Bentuk KJPF

Tote bahkan menyinggung kondisi politik anggaran Ende selama dua dekade terakhir yang menurutnya “lebih berpihak pada oligarki” sehingga dibutuhkan terobosan baru lewat TP2D.

Perdebatan soal efektivitas TP2D kini membuka pertanyaan lebih besar, apakah tim ini benar-benar instrumen pembangunan atau hanya alat politik?

Berita Terkait

Ribuan Pelayat Antar Kepala Desa Mautenda Barat Robertus Y.M. Sega ke Peristirahatan Terakhir
Bentrokan Narasaosina-Waiburak di Flores Timur Kembali Pecah, 1 Warga Tewas dan 3 Terluka
Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Avanza di Jalan Trans Maumere-Larantuka, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan
PMKRI Ende Tolak Rencana Pembangunan Indomaret di Nangaroro, Soroti Nasib UMKM dan Transparansi Kebijakan
Dua Imam Baru Disambut Adat Lamaholot dan Tarian Hedung, Resmi Bertugas di Paroki Santo Yoseph Tanah Boleng
Pemkab Ende Percepat Program Strategis Nasional, 278 Koperasi Merah Putih hingga 75 Dapur MBG Disiapkan
Rekonsiliasi Tahap II Konflik Lewonara dan Dusun Bele Digelar, Pemkab Flores Timur Dorong Perdamaian Permanen
Pembongkaran Lapak di Pasar Alok : Ibu Yasinta Sebut Pembongkaran Secara Brutal dan Tidak Adil, Lapak Kami Diinjak Dihancurkan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:59 WITA

Ribuan Pelayat Antar Kepala Desa Mautenda Barat Robertus Y.M. Sega ke Peristirahatan Terakhir

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:59 WITA

Bentrokan Narasaosina-Waiburak di Flores Timur Kembali Pecah, 1 Warga Tewas dan 3 Terluka

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:16 WITA

Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Avanza di Jalan Trans Maumere-Larantuka, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:02 WITA

PMKRI Ende Tolak Rencana Pembangunan Indomaret di Nangaroro, Soroti Nasib UMKM dan Transparansi Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:42 WITA

Dua Imam Baru Disambut Adat Lamaholot dan Tarian Hedung, Resmi Bertugas di Paroki Santo Yoseph Tanah Boleng

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:20 WITA

Rekonsiliasi Tahap II Konflik Lewonara dan Dusun Bele Digelar, Pemkab Flores Timur Dorong Perdamaian Permanen

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:13 WITA

Pembongkaran Lapak di Pasar Alok : Ibu Yasinta Sebut Pembongkaran Secara Brutal dan Tidak Adil, Lapak Kami Diinjak Dihancurkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:37 WITA

Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen

Berita Terbaru