MAUMERE, – Polemik status empat pemain yang masuk skuad Perse Ende untuk mengikuti Piala Suratin 2026 di Kabupaten Sikka membuka persoalan yang lebih besar daripada sekadar administrasi pemain. Di balik sengketa status tersebut, muncul kritik terhadap pola komunikasi antarklub yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Empat pemain yang menjadi sorotan, yakni Keko Gedowolo, Martino Alves Paus, Ahmad, dan seorang pemain lainnya, disebut masih tercatat sebagai pemain Flores United dalam aplikasi SIAP Asprov. Kondisi itu membuat proses administrasi mereka untuk memperkuat Perse Ende menjadi terkendala.
Humas Flores United, Siprianus Maju Mencari, mengatakan persoalan tersebut sebenarnya dapat dihindari apabila sejak awal terdapat komunikasi yang terbuka antara manajemen Perse Ende dan Flores United.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perse dan Flores United sama-sama anggota ASKAB PSSI Ende. Mestinya persoalan seperti ini dibicarakan dari manajemen ke manajemen, bukan membiarkan pemain, orang tua, atau pihak sekolah yang harus menyelesaikan sendiri,” kata Siprianus kepada wartawan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




