Menurut dia, keempat pemain tersebut merupakan hasil pembinaan Flores United. Mereka berasal dari Sekolah Suryadikara dan pernah membawa sekolahnya menjuarai Liga Pelajar Kabupaten Ende 2026. Selain itu, para pemain juga diketahui pernah mengikuti proses seleksi Piala Suratin bersama Flores United sebagai klub asal.
Bahkan, kata Siprianus, dua di antara mereka telah masuk dalam daftar akhir pemusatan latihan Flores United sebelum akhirnya masih berdiskusi dengan manajemen mengenai komitmen mereka menghadapi Suratin 2026.
Siprianus mengaku manajemen Flores United tidak mempermasalahkan apabila seorang pemain memilih klub lain. Namun, menurutnya, perpindahan pemain harus dilakukan sesuai mekanisme dan melalui komunikasi yang saling menghormati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menuturkan, setelah kedua klub meluncurkan skuad masing-masing, para pemain justru diminta mengajukan surat pengunduran diri dari Flores United agar dapat diproses keluar dari aplikasi SIAP Asprov.
Di sisi lain, ASKAB PSSI Ende juga mengirimkan surat kepada Flores United agar empat pemain tersebut dikeluarkan dari sistem SIAP Asprov. Menurut Siprianus, langkah tersebut dilakukan tanpa lebih dahulu membangun dialog antara kedua klub.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




