FLORES TIMUR, – Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Flores Timur menyoroti rencana Pemerintah Kabupaten Flores Timur yang memangkas pengadaan sapi dari 700 ekor menjadi 150 ekor. Kebijakan tersebut dinilai perlu dikaji secara cermat karena berkaitan dengan kontrak pengadaan yang telah ditandatangani antara pemerintah daerah dan pihak penyedia.
Sekretaris Partai PRIMA Flores Timur, Arnold Yoseph Payong Lamak Parlan Lamakraja, mengatakan perubahan volume pengadaan tidak dapat dilakukan secara sembarangan apabila kontrak telah mengikat kedua belah pihak.
“Perubahan isi kontrak di tengah jalan tanpa persetujuan penyedia adalah langkah yang berisiko,” kata Arnold dalam keterangannya, Senin (15/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Arnold, pemerintah daerah saat ini memiliki tiga opsi terkait kelanjutan program pengadaan sapi tersebut. Opsi pertama adalah membatalkan seluruh kontrak pengadaan. Opsi kedua, mengurangi volume pengadaan menjadi 150 ekor melalui mekanisme adendum kontrak. Sementara opsi ketiga adalah melakukan penyesuaian pola pelaksanaan dan pengelolaan ternak di sentra peternakan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




