Lebih lanjut, Karolus mengingatkan bahwa kehadiran negara tidak boleh dimaknai hanya sebagai upaya menjaga wilayah kedaulatan. Negara juga harus mampu memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat yang hidup di dalamnya.
“Yang paling penting, Papua membutuhkan keyakinan bahwa negara hadir bukan sekadar menjaga wilayah, tetapi juga menjaga manusia yang hidup di dalam wilayah tersebut,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Karolus turut menyinggung kondisi daerah-daerah asal para korban, termasuk dari Nusa Tenggara Timur (NTT), yang masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Merantau seharusnya menjadi pilihan, bukan keterpaksaan. Bangunlah NTT agar anak-anaknya pergi untuk mencari pengalaman, bukan karena di tanah kelahirannya mereka tidak menemukan masa depan,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menjadi refleksi bahwa pembangunan yang merata di seluruh wilayah Indonesia merupakan bagian penting dari upaya mencegah lahirnya berbagai persoalan sosial, termasuk kerentanan masyarakat yang harus meninggalkan kampung halamannya demi mencari pekerjaan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




