Peternak Babi dan Kemiskinan Ekstrem, Kementan & PATRIA PMKRI Dorong Roadmap Solusi di Indonesia Timur

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 14 September 2025 - 20:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 748 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan Dr. Drh. Agung Suganda (keempat kanan) saat menerima audiensi dari Ketua Umum DPP Patria PMkRI Agustisnus Tamo Mbapa dan jajaran pengurus PATRIA di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (12/9/2025).

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan Dr. Drh. Agung Suganda (keempat kanan) saat menerima audiensi dari Ketua Umum DPP Patria PMkRI Agustisnus Tamo Mbapa dan jajaran pengurus PATRIA di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (12/9/2025).

“Tanpa solusi penyakit, sulit bicara produktivitas. Kami mendorong Kupang jadi proyek percontohan,” ujar Gustaf.

Fakta lapangan menunjukkan bahwa babi bukan sekadar komoditas budaya dan konsumsi, tapi juga aset ekonomi strategis.

Namun, lemahnya tata kelola, minim akses pasar, serta ancaman ASF membuat komunitas peternak rentan bangkrut.

Jika roadmap yang diinisiasi Kementan benar-benar berjalan, sektor ini berpotensi membuka lapangan kerja baru, memperkuat ketahanan pangan, dan memberi nilai tambah bagi petani kecil.

Pertanyaannya, mampukah pemerintah konsisten memastikan keberlanjutan dan keamanan pangan di sektor babi?

Berita Terkait

Dari NTT untuk NTT, APS Kupang Buka Lapangan Kerja dan Bangun SDM Profesional
Gonzalo, Pergi Terlalu Cepat, Meninggalkan Cinta yang Begitu Dalam
Silaturahmi ke Kediaman Jokowi, Karolus Lando Sampaikan Ucapan Ultah untuk Iriana dan Gibran
Audit ISO 9001 dan MLC 2006 di Jakarta, Dr Karolus Ajak Putra-Putri NTT Berkarier di Kapal Pesiar
Melihat IKN dari Dekat: Dari Gagasan Besar Jokowi hingga Kota Masa Depan yang Mulai Terwujud
Posko Peduli Gempa Flores Malang Raya Salurkan Bantuan Sembako Kloter II untuk Mahasiswa Terdampak Gempa
Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban
KRQA-SQC Gelar Audit ISO, ISM Code dan MLC 2006 di PT Trans Yeong Maritime
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:26 WITA

Dari NTT untuk NTT, APS Kupang Buka Lapangan Kerja dan Bangun SDM Profesional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Gonzalo, Pergi Terlalu Cepat, Meninggalkan Cinta yang Begitu Dalam

Senin, 28 September 2026 - 21:44 WITA

Audit ISO 9001 dan MLC 2006 di Jakarta, Dr Karolus Ajak Putra-Putri NTT Berkarier di Kapal Pesiar

Sabtu, 19 September 2026 - 18:08 WITA

Melihat IKN dari Dekat: Dari Gagasan Besar Jokowi hingga Kota Masa Depan yang Mulai Terwujud

Kamis, 17 September 2026 - 13:27 WITA

Posko Peduli Gempa Flores Malang Raya Salurkan Bantuan Sembako Kloter II untuk Mahasiswa Terdampak Gempa

Minggu, 13 September 2026 - 07:09 WITA

Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban

Jumat, 11 September 2026 - 08:40 WITA

KRQA-SQC Gelar Audit ISO, ISM Code dan MLC 2006 di PT Trans Yeong Maritime

Kamis, 10 September 2026 - 23:25 WITA

Siklus Kekerasan di Papua Terus Berulang, Efektifkah Strategi Keamanan Pemerintah Prabowo

Berita Terbaru