Kontraktor di Ende Ancam Segel Kantor Bupati dan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Apa yang Terjadi

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 13 Desember 2024 - 21:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 1,176 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kontraktor di kabupaten Ende dialog dengan komisi III terkait proyek yang belum di bayar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan/Foto : Arkadeus Aku Suka

Kontraktor di kabupaten Ende dialog dengan komisi III terkait proyek yang belum di bayar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan/Foto : Arkadeus Aku Suka

Namun, jawaban tersebut tidak memuaskan para kontraktor yang menuntut kejelasan mengenai kapan mereka akan dibayar.

Mereka meminta agar pemerintah segera mencairkan pembayaran atau memberikan alasan yang jelas jika itu tidak bisa dilakukan. Rustam, salah seorang kontraktor, menyatakan bahwa masalah ini tidak pernah terjadi sebelumnya di bawah kepemimpinan Bupati Agustinus Ngasu, dan ia menduga ada konflik internal di pemerintah yang mempengaruhi penyelesaian anggaran.

Baca Juga :  Polres Ende Tertibkan Balap Liar di Jalan Eltari, Delapan Motor Diamankan

Dalam RDP tersebut juga terungkap bahwa ada masalah administratif terkait dengan paket pekerjaan yang belum terinput dalam Sistem Rencana Umum Pengadaan (Sirup), serta adanya permintaan dari KPK untuk melakukan audit pada perencanaan dan penganggaran Pemkab Ende. Namun, menurut konfirmasi, masalah ini berkaitan dengan anggaran APBD Perubahan 2024 dan APBD reguler 2025, bukan APBD reguler 2024.

DPRD mengimbau pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah ini tanpa menunda-nunda dan tanpa memindahkannya kepada pemerintahan yang baru, yaitu Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

Berita Terkait

Rekonsiliasi Tahap II Konflik Lewonara dan Dusun Bele Digelar, Pemkab Flores Timur Dorong Perdamaian Permanen
Pembongkaran Lapak di Pasar Alok : Ibu Yasinta Sebut Pembongkaran Secara Brutal dan Tidak Adil, Lapak Kami Diinjak Dihancurkan
Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen
Pakar Hukum Undana : Jika Terbukti Korupsi, Pengelola Program MBG dari Pusat hingga Daerah Harus Diproses
Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi
Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos
Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur
Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:20 WITA

Rekonsiliasi Tahap II Konflik Lewonara dan Dusun Bele Digelar, Pemkab Flores Timur Dorong Perdamaian Permanen

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:13 WITA

Pembongkaran Lapak di Pasar Alok : Ibu Yasinta Sebut Pembongkaran Secara Brutal dan Tidak Adil, Lapak Kami Diinjak Dihancurkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:37 WITA

Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:29 WITA

Pakar Hukum Undana : Jika Terbukti Korupsi, Pengelola Program MBG dari Pusat hingga Daerah Harus Diproses

Senin, 25 Mei 2026 - 17:23 WITA

Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:34 WITA

Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:50 WITA

Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:17 WITA

Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang

Berita Terbaru