Krisis Pertalite-Pertamax di Ende, Harga Eceran Meroket, GEB Desak Disperindag Turun Tangan

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 12 Agustus 2025 - 10:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Adrianus So Editor : Redaksi Dibaca 595 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bartolomeus Betu Ratu, Ketua Forum Gerakan Ende Baru (GEB)

Bartolomeus Betu Ratu, Ketua Forum Gerakan Ende Baru (GEB)

ENDE, – Krisis bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Kabupaten Ende belum berakhir.

Sejak beberapa hari terakhir, antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat terlihat di tiga SPBU utama: SPBU Terminal Ndao, SPBU Jalan Prof. W. Z. Yohanes, dan SPBU Jalan Gatot Subroto.

Di luar SPBU, praktik penjualan BBM eceran justru makin marak. Harga meroket jauh di atas Harga Eceran Tetap (HET). Harga pertamax botolan setengah liter dijual Rp 20.000, sedangkan botol penuh mencapai Rp 35.000 hingga Rp 50.000 ini berlaku hingga ke pelosok dan ke kecamatan – kecamatan
Situasi ini memantik kritik tajam dari Ketua Gerakan Ende Bersatu (GEB), Bertolomeus Betu Rati.

Indikasi Permainan Harga

Bertolomeus, yang juga aktivis PMKRI Yogyakarta, menilai pelaku usaha kecil menengah memanfaatkan situasi kelangkaan beberapa hari ini untuk meraup keuntungan besar.

“Kami menduga ada pelaku usaha nakal yang menaikkan harga sepihak. Situasi ini tidak boleh dibiarkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2025 Resmi Dibuka di Pelabuhan Ippi-Ende

Ia menegaskan, harga di SPBU masih sesuai ketentuan, namun di tingkat pengecer kenaikannya ekstrem—dua kali lipat bahkan lebih.

Berita Terkait

Natal FP NTT di Malang Jadi Momentum Konsolidasi Diaspora Pemuda NTT se-Indonesia
Natal FP NTT di Malang Jadi Momentum Konsolidasi Pemuda Diaspora untuk Bangun NTT
Forum Pemuda NTT Gelar Talk Show “Baku Lihat, Baku Jaga, Baku Sayang” di Malang
Natal bersama FP NTT se jawa Timur di gelar 9 januari di Hotel Atria Kota malang.
Paripurna DPRD Ende Ricuh, Djolan Rinda Desak BKN Tindak Tegas Oknum ASN
Bakti BCA Dorong Tenun Sumba Timur Menuju Pasar Eco-Fashion Global
PGRI Flores Timur Gelar Aksi Damai, Desak Pemda Klarifikasi Pemotongan TPP dan Tuntaskan 5 Masalah Guru yang Mangkrak
Anggota DPRD Ende Sipri Doi, Desak Penanganan Cepat Kerusakan Jalan di Lepkes dan Wewaria
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:06 WITA

Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Jumat, 17 Oktober 2025 - 12:52 WITA

Menimbang Ulang Ambisi Bapak Presiden Prabowo Terbitkan Perpres tentang Olah Sampah Jadi Energi

Selasa, 14 Oktober 2025 - 16:35 WITA

Matinya Kepedulian Pemerintah terhadap Desa-Desa di Kabupaten Ende

Minggu, 5 Oktober 2025 - 22:27 WITA

Pemda Ende Salah Kaprah Gunakan Inpres dan SE untuk Tolak Perubahan APBD

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:56 WITA

Sekolah Masa Depan, Investasi Flores Timur untuk Generasi Emas

Sabtu, 19 Juli 2025 - 20:49 WITA

Pengembangan Geothermal di Flores, Mencari Titik Temu untuk Kepentingan Bersama

Rabu, 16 Juli 2025 - 20:22 WITA

TP2D Ende : Inovasi Kelembagaan Untuk Akselerasi Pembangunan atau Sekedar simbolisme Politik ?

Jumat, 21 Februari 2025 - 11:52 WITA

𝐌𝐞𝐧𝐮𝐣𝐮 𝐄𝐧𝐝𝐞 𝐁𝐚𝐫𝐮, 𝐄𝐧𝐝𝐞 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐢𝐡

Berita Terbaru