Memorandum Keadilan Fiskal Nasional, Seruan dari Timur Indonesia untuk Pemerataan Dana Daerah

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 3 November 2025 - 22:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Frederikus Kepitang Dokeng Editor : Redaksi Dibaca 313 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antonius Doni Dihen, Bupati Flores Timur

Antonius Doni Dihen, Bupati Flores Timur

FLOTIM, – Gelombang reaksi terhadap rencana pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat kini datang dari ujung timur Indonesia.

Sebanyak 22 kepala daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersatu menyuarakan ketidakadilan fiskal yang selama ini mereka rasakan.

Pada 6 November 2025, para bupati dan wali kota se-NTT akan berkumpul di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, dalam acara Seminar Keadilan Fiskal Nasional.

Forum ini diharapkan melahirkan “Memorandum NTT untuk Keadilan Fiskal Nasional”, yang akan disampaikan langsung ke pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan RI.

“Ini bukan sekadar soal angka di atas kertas. Ini soal keadilan dan keseimbangan dalam bingkai NKRI,” tegas Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, yang juga Koordinator Wilayah Apkasi NTT.

Baca Juga :  Simak..! Pesan Melchias Mekeng Untuk Juventus Prima Yoris Kago dan Simon Subandi Supriadi.

Anton mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun, Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima NTT tidak sebanding dengan kebutuhan dan kondisi sosial ekonomi di daerah.

“PAD kami kecil, Dana Bagi Hasil (DBH) hampir tidak ada. Tapi alokasi DAU kami hampir sama dengan daerah kaya sumber daya. Ini jelas tidak adil,” ujarnya.

Berita Terkait

Gempa Dangkal Guncang Flores Timur, Puluhan Rumah di Adonara Timur Rusak
Prosesi Bahari Tuan Meninu di Larantuka, Tradisi Sakral Jumat Agung yang Mendunia
Remaja Masjid di Larantuka Dirikan Posko Gratis untuk Peziarah Semana Santa, Wujud Toleransi Nyata
Wabup Flores Timur Buka Festival Pune Lewo di Ile Boleng, Dorong Pariwisata dan UMKM
Uskup Larantuka Angkat 3 Deken Wilayah 2026–2031, Perkuat Pelayanan Pastoral
Polemik Putusan PN Labuan Bajo: Dugaan Tanah Negara Disahkan Jadi Milik Pribadi di Golo Karangan
Pius Payong, Seniman Adonara yang Sulap Limbah Jadi Karya dan Dirikan Taman Baca Gratis
Majelis Hakim PN Labuan Bajo Disorot, Tanah Negara di Keranga Diduga Berubah Jadi Milik Perorangan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:11 WITA

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Rabu, 1 April 2026 - 07:59 WITA

Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:02 WITA

Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:52 WITA

Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:59 WITA

Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:22 WITA

Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026

Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:06 WITA

Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Jumat, 17 Oktober 2025 - 12:52 WITA

Menimbang Ulang Ambisi Bapak Presiden Prabowo Terbitkan Perpres tentang Olah Sampah Jadi Energi

Berita Terbaru