Seminar di Larantuka akan menjadi momentum penting bagi wilayah timur Indonesia untuk bersatu menyuarakan keadilan fiskal nasional.
Kegiatan ini akan dihadiri oleh akademisi, pakar keuangan daerah, serta perwakilan Kementerian Keuangan.
Anton menegaskan, langkah ini bukan bentuk perlawanan, melainkan seruan moral dan intelektual agar pemerintah pusat tidak abai terhadap ketimpangan antarwilayah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“NTT hanya meminta satu hal, jangan samakan yang tidak sama. Dengan keadilan fiskal yang sejati, daerah timur bisa tumbuh dan berkontribusi lebih besar bagi bangsa,” pungkasnya.
Semangat “Memorandum NTT” diharapkan menjadi inspirasi nasional untuk menata ulang kebijakan keuangan negara sesuai amanat Pasal 33 dan 34 UUD 1945 tentang pemerataan kesejahteraan.



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe



