Pius Payong, Seniman Adonara yang Sulap Limbah Jadi Karya dan Dirikan Taman Baca Gratis

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 19 Maret 2026 - 06:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Kepitang Dokeng Editor : Redaksi Dibaca 377 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pius Payong Pendiri Taman Baca Asal Adonara

Pius Payong Pendiri Taman Baca Asal Adonara

FLOTIM, – Di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya apresiasi terhadap seni di daerah, Pius Payong, seorang perajin dan pembuat patung asal Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, justru menunjukkan kiprah inspiratif. Ia tidak hanya berkarya dari bahan limbah, tetapi juga membangun ruang belajar gratis bagi anak-anak di lingkungannya.

Sejak kecil, Pius telah menaruh minat besar pada dunia seni. Ketertarikan itu terus berkembang hingga ia menekuni seni ukir dan patung berbahan semen. Sejak 2015, ia mulai fokus mengolah tempurung kelapa menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi.

Baca Juga :  Gubernur NTT Dukung Konservasi Laut, Hiu Tikus Alor Aman?

“Setiap karya punya cerita sendiri. Nilai seni bukan dari bagus atau tidak, tapi dari maknanya,” ujar Pius, Rabu, 18 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam proses berkarya, ia memanfaatkan bahan-bahan sederhana seperti akar kayu, bambu, dan tempurung kelapa. Baginya, penggunaan material tersebut bukan hanya soal estetika, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan dengan mengurangi limbah rumah tangga.

Baca Juga :  Ketiadaan Dokter Anestesi di RSUD TC Hillers Jadi Sorotan Publik

Produk berbahan tempurung kelapa yang ia hasilkan bahkan kerap diminati wisatawan asing. Selain unik, karya tersebut dinilai ramah lingkungan dan memiliki nilai filosofis. Pius menyebut pemanfaatan tempurung sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.

Berita Terkait

Rumah Retak dan Bak Air Pecah, Warga Dobo Sikka Masih Bertahan di Luar Rumah
Trauma Healing Polda NTT dan Jatim Pulihkan Pengungsi Gempa di Maukaro
Rumah Warga Desa Koro Bhera Rusak Akibat Gempa 7,7 Magnitudo, Warga: “Belum Didata, Pemerintah Jangan Lupa Kami”
Akses Jalan Pascagempa di Ndona Kembali Terbuka, Polres Ende Gerak Cepat Bantu Warga
Ganjar Pranowo Kunjungi Warga Terdampak Gempa di Dhawe, Bawa Bantuan dan Tim Medis
Pasca Gempa, Warga Ulu Pulu 1 Mengaku Belum Terima Bantuan: “Pak Presiden Prabowo, Jangan Lupa Kami”
HUT ke-81 RI di Ile Boleng, Semangat Kemerdekaan Didorong Jadi Energi Pembangunan
Lowonara dan Belle Berdamai, Upacara Adat Jadi Penanda Berakhirnya Konflik
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Rumah Retak dan Bak Air Pecah, Warga Dobo Sikka Masih Bertahan di Luar Rumah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:22 WITA

Trauma Healing Polda NTT dan Jatim Pulihkan Pengungsi Gempa di Maukaro

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:28 WITA

Rumah Warga Desa Koro Bhera Rusak Akibat Gempa 7,7 Magnitudo, Warga: “Belum Didata, Pemerintah Jangan Lupa Kami”

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:58 WITA

Akses Jalan Pascagempa di Ndona Kembali Terbuka, Polres Ende Gerak Cepat Bantu Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:21 WITA

Pasca Gempa, Warga Ulu Pulu 1 Mengaku Belum Terima Bantuan: “Pak Presiden Prabowo, Jangan Lupa Kami”

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:58 WITA

HUT ke-81 RI di Ile Boleng, Semangat Kemerdekaan Didorong Jadi Energi Pembangunan

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:36 WITA

Lowonara dan Belle Berdamai, Upacara Adat Jadi Penanda Berakhirnya Konflik

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:15 WITA

TMI Ende Kukuhkan Korcam-Kordes Kota Baru, Serahkan Combine Harvester untuk Petani

Berita Terbaru