Pius Payong, Seniman Adonara yang Sulap Limbah Jadi Karya dan Dirikan Taman Baca Gratis

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 19 Maret 2026 - 06:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Kepitang Dokeng Editor : Redaksi Dibaca 316 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pius Payong Pendiri Taman Baca Asal Adonara

Pius Payong Pendiri Taman Baca Asal Adonara

FLOTIM, – Di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya apresiasi terhadap seni di daerah, Pius Payong, seorang perajin dan pembuat patung asal Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, justru menunjukkan kiprah inspiratif. Ia tidak hanya berkarya dari bahan limbah, tetapi juga membangun ruang belajar gratis bagi anak-anak di lingkungannya.

Sejak kecil, Pius telah menaruh minat besar pada dunia seni. Ketertarikan itu terus berkembang hingga ia menekuni seni ukir dan patung berbahan semen. Sejak 2015, ia mulai fokus mengolah tempurung kelapa menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi.

Baca Juga :  Uskup Larantuka Resmikan Kapela Santo Yosef Dokeng : Tanda Iman yang Hidup dan Hati yang Terbuka

“Setiap karya punya cerita sendiri. Nilai seni bukan dari bagus atau tidak, tapi dari maknanya,” ujar Pius, Rabu, 18 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam proses berkarya, ia memanfaatkan bahan-bahan sederhana seperti akar kayu, bambu, dan tempurung kelapa. Baginya, penggunaan material tersebut bukan hanya soal estetika, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan dengan mengurangi limbah rumah tangga.

Baca Juga :  Simak..! Pesan Melchias Mekeng Untuk Juventus Prima Yoris Kago dan Simon Subandi Supriadi.

Produk berbahan tempurung kelapa yang ia hasilkan bahkan kerap diminati wisatawan asing. Selain unik, karya tersebut dinilai ramah lingkungan dan memiliki nilai filosofis. Pius menyebut pemanfaatan tempurung sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.

Berita Terkait

Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi
Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos
Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur
Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian
Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang
Warga Mengungsi Akibat Konflik Sosial, Dinsos Ende Serahkan Bantuan Kemanusiaan
Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang
Konflik Susulan di Adonara Timur Pecah, Sembilan Rumah Warga Dusun Bele Terbakar
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 17:23 WITA

Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi

Senin, 25 Mei 2026 - 14:19 WITA

Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:34 WITA

Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:50 WITA

Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:17 WITA

Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:31 WITA

Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:53 WITA

Konflik Susulan di Adonara Timur Pecah, Sembilan Rumah Warga Dusun Bele Terbakar

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:13 WITA

Wabup Flores Timur Tetapkan Status Gempa Beralih ke Masa Transisi Pemulihan

Berita Terbaru