Bagi Pius, nama tersebut adalah simbol perlawanan terhadap stigma sosial. Ia ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berkembang.
Ke depan, ia berharap dapat memiliki fasilitas belajar yang lebih layak. Ia juga berencana mengembangkan program kerajinan berbasis limbah plastik serta edukasi lingkungan.
Meski masih menghadapi keterbatasan sarana, kegiatan belajar hingga kini tetap berlangsung di pondok sederhana miliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah segala keterbatasan, Pius Payong tetap konsisten berkarya dan berbagi. Baginya, seni dan pendidikan adalah jalan untuk membuka masa depan yang lebih baik bagi generasi muda di daerahnya.



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




