Milenial Adonara Rajut Tradisi Lewat Tenun Ikat

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 14:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Frederikus Kepitang Dokeng Editor : Redaksi Dibaca 566 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak - anak Adonara Bangga Pakai kain tenun Lamaholot

Anak - anak Adonara Bangga Pakai kain tenun Lamaholot

Lebih dari itu, mereka juga diajak memahami filosofi di balik setiap motif tenun yang sarat makna kehidupan dan spiritualitas masyarakat Lamaholot.

Salah satu karya yang menjadi kebanggaan mereka adalah Kewatek, kain tenun tradisional Lamaholot yang dibuat sepenuhnya dengan tangan. Kewatek dianggap simbol kehormatan dan martabat perempuan Lamaholot.

“Kewatek ini ditenun dengan teknik turun-temurun dari nenek kami. Selain keindahan, kain ini mencerminkan kekuatan dan kehormatan perempuan Lamaholot,” kata Mariana.

Rumah Tenun Milenial kini juga menjadi ruang ekonomi kreatif bagi warga setempat. Mereka memproduksi berbagai jenis kain dengan harga bervariasi sesuai motif dan tingkat kesulitan.

Harga tenun Tenapi dibanderol sekitar Rp 800 ribu, Tuka Dulan Rp 500 ribu, Tenopo Rp 700 ribu, Pewarna Alami Rp 1,5 juta, Kiwan Rp 2 juta, Penetot Rp 350 ribu, Campuran Rp 1 juta, dan Lepan Rp 450 ribu.

Baca Juga :  PSSI NTT Buka Suara soal Penundaan ETMC XXXV 2026, Christian MBoeik: Siap Jika Digugat

Setiap lembar kain bukan sekadar produk, melainkan hasil kesabaran, ketekunan, dan rasa cinta terhadap budaya leluhur. Semakin rumit motifnya, semakin tinggi pula nilainya baik secara ekonomi maupun budaya.

Berita Terkait

Dukung 100 Hari Program Kapolri Baru; Brimob Ende Giat Jumat dan Subuh Keliling
Pol PP Buru Mafia Minyak Tanah Bersubsidi di Ende; Jual Tidak Sesuai HET
Terdakwa Penganiayaan Lansia di Flores Timur Divonis 7 Bulan Penjara, Korban Puas
DPRD NTT Soroti Lambannya Pembangunan Huntara Korban Gempa Flores, Junaidin: Jangan Tunggu Hujan
Kolaborasi Unipa dan Politani Kupang Dorong Hilirisasi Hortikultura-Nira Lontar di Sikka
PSSI NTT Buka Suara soal Penundaan ETMC XXXV 2026, Christian MBoeik: Siap Jika Digugat
Piala Gubernur Liga 4 ETMC XXXV Flores Timur Ditunda, Dijadwalkan Maret 2027
JPU Bantah Pembelaan Terdakwa F.P.H. dalam Kasus Dugaan Penganiayaan di Flores Timur
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:38 WITA

Nikolaus Sanggu: Bangsa Indonesia yang dibangsatkan oleh Bangsanya Sendiri

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:55 WITA

Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru