Milenial Adonara Rajut Tradisi Lewat Tenun Ikat

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 14:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Frederikus Kepitang Dokeng Editor : Redaksi Dibaca 406 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak - anak Adonara Bangga Pakai kain tenun Lamaholot

Anak - anak Adonara Bangga Pakai kain tenun Lamaholot

Lebih dari itu, mereka juga diajak memahami filosofi di balik setiap motif tenun yang sarat makna kehidupan dan spiritualitas masyarakat Lamaholot.

Salah satu karya yang menjadi kebanggaan mereka adalah Kewatek, kain tenun tradisional Lamaholot yang dibuat sepenuhnya dengan tangan. Kewatek dianggap simbol kehormatan dan martabat perempuan Lamaholot.

“Kewatek ini ditenun dengan teknik turun-temurun dari nenek kami. Selain keindahan, kain ini mencerminkan kekuatan dan kehormatan perempuan Lamaholot,” kata Mariana.

Rumah Tenun Milenial kini juga menjadi ruang ekonomi kreatif bagi warga setempat. Mereka memproduksi berbagai jenis kain dengan harga bervariasi sesuai motif dan tingkat kesulitan.

Harga tenun Tenapi dibanderol sekitar Rp 800 ribu, Tuka Dulan Rp 500 ribu, Tenopo Rp 700 ribu, Pewarna Alami Rp 1,5 juta, Kiwan Rp 2 juta, Penetot Rp 350 ribu, Campuran Rp 1 juta, dan Lepan Rp 450 ribu.

Baca Juga :  KSP Pintu Air Cabang Ndona & Ende gelar Pra RAT, Persiapan Jelang RAT Mei Mendatang

Setiap lembar kain bukan sekadar produk, melainkan hasil kesabaran, ketekunan, dan rasa cinta terhadap budaya leluhur. Semakin rumit motifnya, semakin tinggi pula nilainya baik secara ekonomi maupun budaya.

Berita Terkait

Rekonsiliasi Tahap II Konflik Lewonara dan Dusun Bele Digelar, Pemkab Flores Timur Dorong Perdamaian Permanen
Pembongkaran Lapak di Pasar Alok : Ibu Yasinta Sebut Pembongkaran Secara Brutal dan Tidak Adil, Lapak Kami Diinjak Dihancurkan
Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen
Pakar Hukum Undana : Jika Terbukti Korupsi, Pengelola Program MBG dari Pusat hingga Daerah Harus Diproses
Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi
Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos
Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur
Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:20 WITA

Rekonsiliasi Tahap II Konflik Lewonara dan Dusun Bele Digelar, Pemkab Flores Timur Dorong Perdamaian Permanen

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:13 WITA

Pembongkaran Lapak di Pasar Alok : Ibu Yasinta Sebut Pembongkaran Secara Brutal dan Tidak Adil, Lapak Kami Diinjak Dihancurkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:37 WITA

Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:29 WITA

Pakar Hukum Undana : Jika Terbukti Korupsi, Pengelola Program MBG dari Pusat hingga Daerah Harus Diproses

Senin, 25 Mei 2026 - 17:23 WITA

Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:34 WITA

Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:50 WITA

Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:17 WITA

Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang

Berita Terbaru