Lebih dari itu, mereka juga diajak memahami filosofi di balik setiap motif tenun yang sarat makna kehidupan dan spiritualitas masyarakat Lamaholot.
Salah satu karya yang menjadi kebanggaan mereka adalah Kewatek, kain tenun tradisional Lamaholot yang dibuat sepenuhnya dengan tangan. Kewatek dianggap simbol kehormatan dan martabat perempuan Lamaholot.
“Kewatek ini ditenun dengan teknik turun-temurun dari nenek kami. Selain keindahan, kain ini mencerminkan kekuatan dan kehormatan perempuan Lamaholot,” kata Mariana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rumah Tenun Milenial kini juga menjadi ruang ekonomi kreatif bagi warga setempat. Mereka memproduksi berbagai jenis kain dengan harga bervariasi sesuai motif dan tingkat kesulitan.
Harga tenun Tenapi dibanderol sekitar Rp 800 ribu, Tuka Dulan Rp 500 ribu, Tenopo Rp 700 ribu, Pewarna Alami Rp 1,5 juta, Kiwan Rp 2 juta, Penetot Rp 350 ribu, Campuran Rp 1 juta, dan Lepan Rp 450 ribu.
Setiap lembar kain bukan sekadar produk, melainkan hasil kesabaran, ketekunan, dan rasa cinta terhadap budaya leluhur. Semakin rumit motifnya, semakin tinggi pula nilainya baik secara ekonomi maupun budaya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




