Milenial Adonara Rajut Tradisi Lewat Tenun Ikat

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 14:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Frederikus Kepitang Dokeng Editor : Redaksi Dibaca 332 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak - anak Adonara Bangga Pakai kain tenun Lamaholot

Anak - anak Adonara Bangga Pakai kain tenun Lamaholot

FLOTIM, – Di tengah derasnya arus modernisasi, sekelompok anak muda di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memilih menenun masa depan mereka dari benang-benang tradisi.

Mereka berkumpul di sebuah rumah sederhana di Desa Gayak, Kecamatan Ile Boleng tempat yang kini dikenal dengan nama Rumah Tenun Milenial Adonara.

Baca Juga :  Kapolres Ende Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Agama dan Masyarakat Jelang Ramadhan

Di rumah itu, suara kayu gedogan berpadu dengan tawa anak muda. Di bawah bimbingan Mariana Tuto Demon, atau yang akrab disapa Ria Atasoge, generasi milenial Adonara belajar bukan hanya cara menenun, tetapi juga cara menjaga jati diri budaya Lamaholot agar tidak pudar.

“Melalui Rumah Tenun Milenial, kami ingin membuktikan bahwa budaya menenun di Adonara tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Mariana, pendiri rumah tenun tersebut, , Selasa (15/10).

Ia menuturkan, kegiatan di rumah tenun tidak sekadar menghasilkan kain. Di sana, anak-anak muda belajar memintal benang, mengikat motif, hingga mewarnai kain menggunakan bahan alami seperti daun tarum, kulit kayu, dan akar mengkudu.

Baca Juga :  Jalan Rusak Kanganara Detukeli Hambat Warga, Pemerintah Dinilai Lalai

Berita Terkait

IGI Flores Timur Kecam Kekerasan Orang Tua Siswa terhadap Guru di SDN Kampung Baru Larantuka
Putusan MA Menang, Tapi Administrasi Tersendat: Dugaan Oknum BPN Persulit Pengurusan Tanah Mencuat
Bentrok Warga di Adonara Flores Timur: 10 Rumah di Desa Bele Dibakar Akibat Sengketa Tanah
Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Flores 4–10 Maret 2026, Pelaut Diminta Waspada
Pemprov NTT Bahas Dampak Batas 30 Persen Belanja Pegawai, Pengurangan P3K Jadi Opsi Terakhir
Ahli Waris Ibrahim Hanta Siap Aksi Besar di BPN Manggarai Barat, Diduga Abakan Putusan Mahkamah Agung
Ritual Adat Bersih Kampung di Amagarapati, Pemda dan Aparat Ajak Warga Flores Timur Jaga Perdamaian
Pendaftaran Ketua DPW Vox Point Sikka Ditutup, Empat Kandidat Siap Bertarung di Konferwil 2025–2029
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:53 WITA

IGI Flores Timur Kecam Kekerasan Orang Tua Siswa terhadap Guru di SDN Kampung Baru Larantuka

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:16 WITA

Putusan MA Menang, Tapi Administrasi Tersendat: Dugaan Oknum BPN Persulit Pengurusan Tanah Mencuat

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:48 WITA

Bentrok Warga di Adonara Flores Timur: 10 Rumah di Desa Bele Dibakar Akibat Sengketa Tanah

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:16 WITA

Pemprov NTT Bahas Dampak Batas 30 Persen Belanja Pegawai, Pengurangan P3K Jadi Opsi Terakhir

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:14 WITA

Ahli Waris Ibrahim Hanta Siap Aksi Besar di BPN Manggarai Barat, Diduga Abakan Putusan Mahkamah Agung

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:56 WITA

Ritual Adat Bersih Kampung di Amagarapati, Pemda dan Aparat Ajak Warga Flores Timur Jaga Perdamaian

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:07 WITA

Pendaftaran Ketua DPW Vox Point Sikka Ditutup, Empat Kandidat Siap Bertarung di Konferwil 2025–2029

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:56 WITA

Rekam Jejak Sengketa Tanah dan Laporan Hukum Pater Marsel Ogot Kembali Jadi Sorotan Publik Labuan Bajo

Berita Terbaru